BI Dorong Pengembangan Produk Turunan Ternak

Share and Enjoy !

Ibu – ibu Pesrta Tampak antusias Mengikuti Pelatihan pengolahanbahan turunan Ternak Sapi
KLU,LINTASNTB. Sebagai wujud perhatian Bank Indonesia terhadap sektor peternakan, Kantor Perwakilan BI Provinsi NTB melaksanakan pelatihan pengolahan produk turunan ternak pada tanghal 19 hingga 20 September 2017 Bertempat di Dusun Karang Kendal, Desa Genggela Kabupaten Lombok Utara, kegiatan pelatihan tersebut dihadiri puluhan peternak dari Kelompok Ngiring Datu dan Kelompok Wanita Tani dari dusun setempat. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari pemberian bantuan sarana pengolahan limbah ternak (biodigester) pada awal September lalu.
Pelatihan pengolahan produk turunan ternak tersebut diberikan langsung oleh UD. Agam, salah satu pengrajin kerupuk kulit. Puluhan peserta sangat antusias mengikuti jalannya pelatihan pembuatan kerupuk kulit dan paru tersebut, mulai dari pengolahan kulit sapi segar sampai menjadi kerupuk kulit yg siap dijual. Bahan baku kulit sapi tersebut diperoleh dari sapi yang dimiliki oleh kelompok.
Ditemui saat berjalannya kegiatan, Kepala Perwakilan BI Provinsi NTB, Prijono menyampaikan bahwa kerupuk kulit merupakan salah satu produk turunan dari kulit sapi yang sangat diminati oleh masyarakat di provinsi NTB. 
“Kerupuk kulit banyak dikonsumsi tidak hanya di rumah-rumah penduduk, melainkan juga dijual di restoran dan toko oleh-oleh,” ungkapnya. 
Ia mengatakan melihat potensi yang cukup besar tersebut, Bank Indonesia memfasilitasi klaster binaannya untuk dapat memaksimalkan peluang yang ada, melalui pengolahan hasil produk peternakan sekaligus mendiversifikasi jenis usaha yang dimiliki.
Prijono menyampaikan hal tersebut sudah BI terapkan di kelompok tani cabai di Desa Lendang Nangka  Kabupaten Lombok Timur. 
“Saat ini kelompok tersebut sudah dapat menjual cabai olahan dan jus kemasan kepada masyarakat dengan berbagai varian produk. Kondisi serupa diharapkan juga dapat diimplementasikan oleh Kelompok Ternak Ngiring Datu, mengingat pendapatan yangg diperoleh peternak dan KWT dari penjualan produk turunan jauh lebih besar dibandingkan menjual produk mentah,”tuturnya.
Disamping menfasilitasi pengembangan produk turunan, Bank Indonesia tidak lupa mengingatkan kepada para KWT dan kelompok tani/ ternak bahwa produk yang dijual harus memiliki izin PIRT dan Halal. Selain itu produk yang dihasilkan harus bersih dan berkualitas baik sehingga aman dan sehat untuk dikonsumsi oleh masyarakat.
BI berharap kedepannya terus dikembangkan inovasi dari produk turunan yang dihasilkan, agar kegiatan usaha ini dapat terus berjalan dan memberikan nilai tambah ekonomi kepada masyarakat sekitar. (f3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *