OBRAL !!!, “Obrol Dana Desa”

Share and Enjoy !

LOBAR,LINTASNTB. ‘Dana’ adalah satu kata yang sangat menarik untuk diperhatikan, dan diburu oleh semua kalangan. Karena dana sangat dibutuhkan dalam melakukan setiap kegiatan, apalagi jika ada tujuan yang harus di capai maupun diselesaikan khusunya dalam pelaksanaan pembangunan di segala bidang.
Salah satu program pemerintah saat ini adalah membangun desa dengan segala potensi yang ada, mulai dari pembangunan sumber daya manusia  hingga potensi sumber daya alam yang harus bisa saling menunjang satu dengan lainnya. 
Untuk dapat terlaksananya pembangunan pedesaan tentu dibutuhkan dana sehingga pemerintah menggelontorkan program Dana Desa  yang dimulai dari tahun 2015 hingga 2017 dan ramai diperbincangkan serta menjadi perhatian publik. Sehingga Desa  diasumsikan sebagai lumbung duit oleh beberapa kalangan LSM dan AKTIVIS yang menariknya bagai magnet untuk turun dari desa ke desa guna memantau penyalah gunaan dan penyelewengan  yang diduga akan terjadi. 
Dan memang benar dugaan penyalahgunaan dana desa  terjadi, terbukti dengan telah ditindaknya sejumlah lebih kurang 150 kepala desa yang terindikasi dan telah menjalani hukuman yang informasinya terdapat di beberapa media. 
” Sekiranya amanah itu dilaksanakan dengan benar, tidak ada yang perlu ditakuti, “ungkap H.M Zainuddin, S.E, Kepala Desa Golong, Kecamatan Narmada, Lombok Barat ketika dikunjungi awak media diruang kerjanya.
Hal serupa juga dipaparkan oleh Kamarudin, Kepala Desa Peresak,Narmada, bahwa Dana Desa ini sesungguhnya untuk masyarakat desa yang mana pembangunan desa disegala bidang harus benar benar dirasakan dan menyentuh langsung kepada kebutuhan masyarakat, seperti infrastruktur desa untuk membuka dan mempermudah akses ekonomi, membangun karakter dari balita dalam bentuk peningkatan pelayanan posyandu, hingga peningkatan keterampilan dalam kerangka persiapan era perubahan dan perkembangan tekhnologi.
Demikian juga, lanjutnya, aparatur dan perangkat desa membutuhkan peningkatan sumber daya, karena kami dihadapkan dengan masyarakat yang sudah mampu mengkritisi kinerja kami, nah dalam hal ini dibutuhkan sosialisasi dan transparansi pemerintah desa agar tidak memancing asumsi  asumsi negatif yang berakibat fatal. 
Ia mengungkapkan justru merasa senang kalau ada yang mengkritik apalagi langsung dipantau dan diawasi dalam pengelolaan dana desa tersebut. 
“kami sangat bersyukur karena kami bisa lebih berhati hati, fokus dan  tenang, silahkan apalagi ada satgas satgas khusus,”tantangnya. (f3/nanang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *