TGB Tegaskan Kebhinekaan

Share and Enjoy !

TGB bersama Wakil Bupati Jawa Barat dan Walikota Bandung
MATARAM,LINTASNTB. “Kalau Surat Al Hujurat ayat 13 ini kita letakkan dalam sejarah, maka bumi yang paling cocok itu bernama Indonesia,” Ungkap Gubernur NTB Dr. TgH. M. Zainul Majdi yang lebih dikenal sebagai Tuan Guru Bajang (TGB) dalam tausiyahnya di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu Sore (20/9).
Gubernur yang juga Ahli Tafsir AlQur’an tersebut menilai hanya Indonesia yang memiliki kekayaan luar biasa berupa perbedaan, keragaman dan kebhinekaan ras suku adat istiadat dan agama. Namun mampu meletakkan perbedaan tersebut sebagai kekayaan dan kekuatan untuk membangun bangsa. 
Dalam konteks kita ber Indonesia, kata TGB umat Islam merupakan bagian terbesar di Republik ini. 
“Ketika para pejuang-pejuang bangsa berusaha memperjuangkan kemerdekaan serta mempertahankannya, maka teriakan mereka dulu adalah “Merdeka dan Allahu Akbar”, “Ungkap TGB dihadapan ribuan Jamaah Majelis Tarbiyah Garut, Provinsi Jawa Barat saat memenuhi undangan pimpinan Majelis Tarbiyah, KH. Benghan Syarifuddin untuk mengisi tausiyah dalam rangka Menyambut Tahun Baru Hijriyah 1Muharram 1439 H, dirangkai dengan kegiatan reuni para Ulama Alimni Mesir Timur Tengah tersebut. 
Saat itu tidak kurang dari enam ribu jamaah telah menunggu kehadiran Gubernur dan antusias mengikuti ceramah Tuan Kharismatik itu dari awal hingga acara berakhir. 
TGB tiba di lokasi acara sekitar pukul 4 sore setelah menempuh perjalanan sekitar 7 jam dari Jakarta. 
Hadir juga dalam acara Wakil Gubernur Jawa Barat Dedy Mizwar, Bupati Garut Rudi Gunawan, Walikota Bandung Ridwan Kamil, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, Wakil Ketua DPR RI, Anggota MPR RI, sejumlak FKPD lingkup Pemda Garut dan puluhan alumni Mesir. 
Pada kegiatan yang bertema “Berbagi Menciptakan Kebaikan dan Perdamaian Identitas Muslim” tersebut, TGB mengupas Surat Al Hujurat Ayat 13 yang berisi Allah menciptakan manusia bersuku-suku, berbangsa-bangsa tiada lain hanya untuk saling mengenal. 
TGB menjelaskan bahwa keberagaman yang dimiliki Bangsa Indonesia saat ini merupakan takdir dan skenario  Allah yang tidak boleh diingkari siapapun. 
Gubernur menegaskan siapapun yang mengingkari dan merasa berat melihat keberagaman disekitarnya maka sama halnya dengan mengingkari keberadaan Allah SWT.
Maka TGB berpesan kepada umat Islam dan seluruh anak bangsa merawat keberagaman ini sebagai kekayaan untuk membangun Indonesia. 
Sebelumnya Bupati Garut, Rudi Gunawan menyampaikan terimakasih dan penghargaan kepada seluruh tokoh-tokoh yang hadir. 
Kehadiran TGB, Dedy Mizwar, dan Ridwan Kamil di acara tersebut, tegasnya, merupakan suatu keberkahan yang harus senantiasa disyukuri. 
Sementara itu Walikota Bandung, Ridwan Kamil mengajak seluruh masyarakat dan pemuda Garut untuk senantiasa mengjargai waktu,yaitu menggunakannya untuk hal-hal yang produktif, maka dalam waktu yang tidak lama bangsa Indonesia Indonesia akan menjadi maju, besar dan juara. 
Dia mencontohkan Jepang dan Korea sebagai negara yang memanfaatkan waktu sebaik-baik mungkin untuk berkarya sehingga menjadi negara maju dan menguasai ekonomi. “Jangan sia-siakan waktu, “unkapnya. 
Bersamaan, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mizwar mengingatkan ancaman bangsa Indonesia yang terjadi akhir-akhir in. Terutama ancaman yang selalu menghantui generasi muda yakni bahaya laten narkoba, pergaulan bebas, seks bebas yang terus mengalami peningkatan. 
Bahkan saat ini Indonesia menurutnya berada dalam kondisi darurat narkoba. Berbagai jenis sabu dan obat terlarang beredar secara bebas di kalangan masyarakat 
Tak tanggung-tanggung menurutnya satu jenis sabu saja yang masuk ke Indonesia sudah mencapai lebih dari 200 ton. 
“Pergaulan bebas, free seks, HIV/AIDS merupakan ancaman bagi kita saat ini. HP yang kita pegang merupakan ancaman,dimana siapapun  menggunakannya bisa melihat apa saja yang ada di dunia, “jelas Pria yang sekaligus aktor senior tersebut. 
Ia menambahkan termasuk konten-konten terlarangpun bisa diakses yang akhirnya akan berpengaruh buruk bagi masa depan bangsa. 
Maka Ia menegaskan ancaman itu harus disikapi dengan sungguh-sungguh. Dan satu-satunya cara mentikapinya adalah dengan memperkuat pemahaman agama serta nilai-nilai yang terkandung didalamnya. (f3/hm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *