Wow! 500.000 Ton Kebutuhan BP Indonesia, 96% Dari Cina

Share and Enjoy !

MATARAM,LINTASNTB. Kejayaan Bawang Putih Sembalun terjadi sejak tahun 1980 – 1992 namun kejayaan tersebut tidak dapat dipertahankan sehingga tidak ada kesinambungan,hal ini dipaparkan Kabid Holyukultura Dinas Pertanian Lombok Timur, H. Badarudin dalam Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Bawang Putih APBN-P  tahun 2017 Dinas Pertanian Kabupaten  Lombok Timur  Sabtu (23/9).
Badarudin mengatakan kejayaan tersebut tidak dapat dipertahankan disebabkan  oleh para petani pada masa kejayaannya berusaha meningkatkan produksi dengan menggunakan pupuk maupun pestisida yang tidak terkendali sehingga terjadi penurunan produktivitas tanah maupun kualitas hasilnya.
Lebih lanjut ia mengatakan pada sisi lain di tahun 1998 Pemerintah melakukan Kebijakan Perdagangan Bebas dan ACTA (Asean Cine Trade Area) pada tahun 2005 yang menghapus tarif impor bawang putih cina masuk ke Indonesia sehingga bawang putih dalam negeri termasuk Sembalun menjadi terpuruk.
” Walaupun bawang putih sembalun kualitasnya lebih bagus dan aromanya yang khas menyengat tetapi karena bawang putih impor harganya jauh lebih murah dengan siung yang lebih besar sehingga bawang putih sembalun kalah bersaing,” paparnya dihadapan sekitar 100 ketua kelompok tani Lombok TIMUR. 
Ditempat berbeda Kepala Dinas Pertanian Lombok Timur, Ir. Zaini ketika dikonfirmasi awak media menjelaskan bahwa masuknya bawang putih import yang mencapai 96% ini sebenarnya ada benih dari Cina yang diberikan jatah kepada mereka untuk menanam 5%  saja.  
Ia mengatakan dinas pertanian juga harus melakukan uji coba dulu untuk memastikan benih tersebut bisa  berumbi normal atau tidak, harus diantisipasi supaya tidak mengandung bibit penyakit yang dikhawatirkan akan terjadi penularan terhadap tanaman yang ada. 
“supaya jangan sampai ketika ramai ramai menanam ternyata membawa virus dan tidak dapat menghasilkan umbi,  kan kita yang  menanggung kerugian,”ungkapnya. 
Ia memaparkan Indonesia umumnya  belum pernah mencapai surplus hasil disektor bawang putih, hanya menghasilkan 20.000 ton/tahun dan  50%nya dari Sembalun. Untuk memenuhi kebutuhan bawang putih Indonesia yang mencapai 500.000 ton pertahunnya maka Indonesia  mengimport bawang putih sejumlah 480.000 ton /tahunnya, jadi sekitar 96%  dan sebagian besar dari cina. 
Ia menguraikan sesuai dengan rencana pemerintah bahwa tahun 2019 bebas impor sehingga Dinas Pertanian dibebankan dengan target dalam 3 tahun ini bisa export Bawang Putih dengan menanam bawang putih pada lahan seluas 1750 Ha.
” Kita berharap dengan target areal seluas itu bisa terpenuhi dengan benih lokal, dan ini sedang kita upayakan dalam sosialisasi ini untuk mengetahui ketersediaan benih lokal dari hasil infentarisir karena petani kita biasanya selalu menyimpan benih,”ungkapnya.
“Sementara potensi areal untuk penegmbangan bawang putih di Lombok Timur lebih dari 4.000 Ha, dan itu terbentang di 5 kecamatan seperti di Kecamatan Sembalun,Suwela, Wanasaba, Pringga Sela,dan Sikur,”imbuhnya. (F3/Nanang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *