Bantuan Kapal Nelayan Loteng Dikelola Koperasi

Share and Enjoy !

LOTENG,LINTASNTB. Kepala Dinas Perikanan  Dan Kelautan (Diskanlut)  Kabupaten  Lombok Tengah (Loteng),  Muhamad Kamrin menegaskan, kapal bantuan  nelayan  yang diberikan  oleh Kementerian  Kelautan Dan Perikanan (KKP) itu tidak pernah ditolak oleh masyarakat . Melainkan  bantuan kapal tahun 2017 itu diserahkan  pengelolaan  melalui  Koperasi.  Sebelumnya, diberitakan bahwa bantuan kapal itu itu ditolah oleh Nelayan. Bahkan hingga  saat ini bantun kapal itu belum dioprasikan. 
“Bantuan Kapal itu tidak ada penolakan dari Nelayan.  Tetapi  Bantuan itu diterima  dan di serahkan pengelolaannya kepada Koperasi,”ujar Kamrin kepada wartawan dikantornya, Rabu (27/9).
Dijelaskan,  yang memberikan  komentar di media  itu bukan nelayan yang diberikan   bantuan.  Karena sesuai  aturan  bantuan kapal yang 9 unit itu diserahkan  pengelolaan  melalui  Koperasi. Dan untuk pengoprasianya masih menunggu  petunjuk teknis dari pemerintah  pusat. Jadi kapal itu tidak makrak,  melainkan masih menunggu  proses  administrasinya.
” Target batuan Kapal untuk Nelayan itu kita upayakan  18 unit  untuk tahun 2017. Dan yang sudah diberikan baru 9 unit,”ucapnya. 
Dari usulan  bantuan  kapal untuk para nelayan di Lombok Tengah  itu sebanyak 26 unit.  Hanya saja yang direalisasikan itu baru 18 unit.  
Bantuan kapal ini diberikan kepada nelayan  supaya tidak menangkap  bibit lobster lagi. Akan tetapi,  Masyarakat  merasa terluka karena adanya Permen larangan penangkapan  bibit Lobster itu. Sehingga apapu bantuan yang diberikan  oleh pemerintah  itu, terkadang tidak di hargai dan tidak diterima  oleh masyarakat.
” Kita masih membutuhkan  bantuan  Kapal dari Pemerintah  Pusat untuk  membantu  para Nelayan di Lombok Tengah, “
Sementara  iti,  Ketua Koperasi Nelayan Desa Kuta,  Resi menegaskan, Bahwa yang memberikan  informasi  adanya penolakan  itu,  dia bukan penerimaan  bantuan. Untuk  sistem pengelolaannya kepada nelayan yakni,  hasil tangkapan  itu 90 persen ke nelayan  dan 10 persen ke Koprasi.
“Jumlah Kapal yang dikelola sebanyak 5 unit, “ungkapnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *