Ribuan Siswa Pulau Sumbawa Surati Presiden Jokowi

Share and Enjoy !

LOTENG,LINTASNTB. Produsen alat tulis asli Indonesia, PT Standardpen Industries melanjutkan aksi gerakan ayomenulis di Indonesia Timur. Setelah Flores, gerakan ayomenulis dan program Satu Juta Bolpoin untuk Anak Indonesia dilaksanakan di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).
Senin (2/10), Standardpen menyambangi siswa-siswi SD, di kecamatan  Empang Sumbawa, Dompu Tambora dan Kota Bima. Kegiatan yang melibatkan ribuan anak dari belasan Sekolah Dasar ini mengusung tema “Menulis Surat untuk Presiden RI Jokowi “.
  
“Kami berharap anak-anak Indonesia, khususnya di Pulau Sumbawa mulai mengenal kembali menulis dengan tangan, dan menceritakan lingkungan, tradisi budaya, adat istiadat, atau kearifan lokal lainnya. Bahkan pengalaman liburan mereka ditulis,” ujar Public Relations PT Standardpen Industries, Shara Christanti
Dijelaskan,  Kegiatan  ini di ikut sekitar 20 SD se Kecamatan Empang Sumbawa, Dompu Tambora dan Kota Bima dengan seribu anak menulis surat. Isinya beragam,ada yang menulis cerita tentang harapan atau cita-citanya, tentang sekolah, tentang keluarganya ada juga yang menyampaikan keinginannya.  
”Saya ingin sepeda baru, karena sepeda lama saya sudah rusak dan tidak bisa diperbaharui. Kalau saya sudah punya sepeda, saya akan gunakan untuk pergi ke sekolah, isi surat yang dituliskan kepada  Presiden RI, “ucapnya. 
Pegiat Literasi yang mengawal gerakan aymenulis di seluruh Indonesia, Nury Syblia menambahkan, para siswa juga ada yang  menuliskan permohonannya agar Sumbawa memiliki TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Sampah. Dengan tujuan supaya lingkungan alam kita tetap terjaga dan tidak terjadi bencana alam seperti banjir atau longsor.
“Pesan damai serta berbagai cerita tentang kearifan lokal dari perspektif anak-anak ini bisa kita jadikan pembelajaran atau contoh bagi anak-anak di kota lainnya, ” kata Nury Sybli.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bima, NTB Drs.Alwi Yasin, M.AP  menyambut baik tawaran gerakan menulis. pihaknya  akan membuatkan surat edaran untuk seluruh Kepala Sekolah agar diterapkan 15 menit menulis setiap hari Senin. “Upaya (tradisi menulis) ini sebagai bentuk usaha kita mengantarkan anak-anak Bima agar berani bersaing dengan anak-anak Indonesia lainnya, bahkan berani berkompetisi dengan anak di dunia,” paparnya (Ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *