200 Warga Desa Penujak Diberikan Bantuan MCK

Share and Enjoy !

Foto bersama  saat penyerahan  program  bina Lingkungan oleh PT Angkasa Pura I LIA Lombok
LOTENG,LINTASNTB. PT
Angkasa Pura I Lombok Internasional Airport (LIA)  Praya Lombok Tengah
(Loteng)  menyalurkan  Program Bina Lingkungan  bantuan Dana Stimulan
 Pembuatan  MCK kepada warga di Desa Penujak Kecamatan  Praya Barat,
 Rabu (4/10). Penyerahan  bantuan Bina Lingkungan senilai Rp 120 Juta
itu dilakukan  General  Manajer  PT Angkasa Pura I LIA, I Gusti Ngurah
Ardita di Kantor Desa Penujak.

“Program Bina
Lingkungan  berupa  bantuan  MCK ini diberikan  kepada 200 KK yang belum
memiliki  jamban di Wilayah  Desa Penujak, “ujar Ardita  kepada
Wartawan  saat acara penyerahan.

Dijelaskan,
 program bina lingkungan  dari Angkasa  Pura I ini bukan hanya dalam
bentuk  bantuan MCK.  Tetapi bentuan sosial  lainya untuk bantuan
masjid,  pengembangan usaha kecil dan pemberdayaan masyarakat melalui
 program  kemitraan. Bantuan ini diberikan dengan tujuan bisa
meningkatkan  kesehatan masyarakat. Pihaknya juga berharap masyarakat
dapat membantu  terciptanya keamanan dan kenyamanan di area Bandara.

“Total program bina lingkungan  yang sudah  disalurkan  Rp 11 miliar lebih, “ucapnya. 

Ditegaskan,
 perkembangan  pariwisata di NTB saat ini cukup baik.   Karena potensi
 pariwisata  yang ada di wilayah  NTB ini sangat baik untuk di
promosikan  kepada wisatawan. Jumlah kunjungan  wisatawan  saat ini juga
sangat tinggi. Pemerintah juga fokus mengembangkan  Pariwisata untuk
meningkatkan  kesejahteraan  masyarakat.

Kepala
Desa Penujak, Lalu Dikjaye menyampaikan ucapan terimakasih atas bantuan
yang diberikan  oleh PT Angkasa Pura I LIA Lombok. Karena jumlah
masyarakat  di Wilayah  Desa penujak  yang belum memiliki  jamban itu
mencapai 400 KK.  Selain itu juga, Desa tidak bisa  menganggarkan
 bantuan perorangan  kepada masyarakat.  Sehingga  bantun ini sangat
bermanfaat  untuk mendukung  program  pemerintah  bebas buang air besar
sembarangan.

“Desa penujak  ditetapkan  menjadi
Desa bebas buang air besar sembarangan. Dan kita berharap  pihak
Bandara bisa membantu melaksanakan  program  di Desa
Penujak,”pungkasnya.(Ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *