Sebanyak 136.160 Orang Pekerja NTB Alami Gangguan Mental Emosional

Share and Enjoy !

Hari Kesehatan Jiwa Sedunia Tahun 2017 dengan tema “Kesehatan Jiwa Di Tempat Kerja”
MATARAM,LINTASNTB. Menurut data BPS Provinsi NTB pada tahun 2015 jumlah penduduk NTB yang bekerja sebesar 2.127.503 orang. Jumlah pekerja yang tinggi tersebut di anggap perlu mendapatkan perhatian serta penanganan kesehatan dan keselamatan kerja yang baik sehingga terhindar dari gangguan penyakit akibat kerja, penyakit tidak menular, kecelakaan kerja yang berpotensi meurunkan bahkan menghilangkan tingkat produktifitas.

Direktur Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Mutiara Sukma dr. Hj Elly Rosila Wijaya, SpKJ, MM mengatakan kesehatan jiwa sangat di perlukan di tempat kerja terkait dengan data yang menunjukkan 10 persen pekerja mengajukan cuti di karenakan depresi, dan rata rata 36 hari kerja hilang di karenakan depresi,   50 persen orang dengan depresi tidak mendapat perawatan, 94 persen gejala kognitif depresi seperti  kesulitan dalam berkonsentrasi, sulit membuat keputusan dan mengingat. Selama episode depresi menyebabkan penurunan fungsi kerja dan produktifitas yang signifikan, 43 persen level pimpinan kata dr Elly menginginkan adanya kebijakan yang mendukung pekerja yang mengalami gangguan jiwa.

“Sampai saat ini pekerja  masih kesulitan menyampaikan bahwa mereka mengalami gangguan kejiwaan, ” Ungkapnya dalam acara press conferece dalam rangka Hari Kesehatan Jiwa Sedunia tahu 2017 di Aula RSJ Mutiara Sukma, Selasa (10/10).


Menurutnya kesehatan jiwa ini sangat perlu di perhatikan karena berdampak  masalah pada keluarga, sedangkan bila di biarkan sakit akan memberikan pengaruh karena akan membebani keluarga bahkan ini bisa menjadi bencana bagi keluarga.

Lebih lanjut dr. Elly menyampaikan bila memperhatikan jumlah penduduk NTB yang bekerja dengan angka perkiraan gangguan mental emosional yang mencapai 6,4 persen.Jika diperkirakan jumlah tersebut kemungkinan jumlah pekerja yang mengalami gangguan mental emosional sebesar 136.160 orang. 

“Angka tersebut cukup besar dan memberikan dampak  bagi perekonomian keluarga dan daerah sebesar 110 milyar perbulan dengan perkiraan UMP Provinsi NTB sebesar Rp 1.630.000 perbulan, “paparnya. 

Ia menerangkan sampai saat ini jumlah kunjungan rawat jalan di RSJ Mutiara Sukma juga terjadi peningkatan tetkait dengan depresi dan gangguan alam perasaan seperti data dan laporan Instalasi Rekam Medis. 

” Sedangkan kunjungan rawat inap relatif konstan dalam 2 tahun terakhir ini,”Pungkasnya.

.(f3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *