Tingkatkan Antisipasi Bencana, BPBD Gelar Workshop

Share and Enjoy !

Workshop Penanggulangan Bencana BPBD Lombok Barat
LOBAR,LINTASNTB. Paradigma penanggulangan bencana saat ini mulai menitikberatkan pada pengurangan resiko bencana. Oleh karena itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat  bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Barat  menggelar workshop pembuatan dokumen Rencana Kontijensi (rekon) protap penanganan darurat bencana serta skenario operasi darurat bencana,di Puri Indah Hotel, Selasa (10/10)
“Penyusunan renkon ini merupakan proses untuk menentukan prosedur operasional dalam merespon kejadian khusus dengan memaksimalkan sumberdaya dan kapasitas yang dimiliki oleh daerah terdampak dalam merespon secara tepat waktu, efektif, dan sesuai prosedur” ungkap Narasumber Agus Sardianso tenaga ahli dari BNPB Pusat.
Agus menjelaskan penyusunan renkon ini dapat meminimalisasi dampak ketidakpastian, dengan melakukan pengembangan skenario dan proyeksi kebutuhan saat keadaan darurat yang harus dipahami dan disepakati oleh seluruh stakeholder yang ada.
“Misalnya nanti kalau ada bencana banjir, kita sudah bisa memastikan, poskonya dimana, pos lapangannya dimana, kemudian jalur evakuasinya dimana, tempat pengungsiannya dimana,, serta kita sudah tahu siapa berbuat apa, serta dengan sumber daya apa yang kita siapkan jika terjadi bencana” tandasnya
Sementara itu Sekretaris Daerah H. Moh Taufiq  mengatakan dalam sambutannya, dirinya sangat berterimakasih kepada BNPB pusat telah memilih lobar dalam menyusun dokumen  rencana kontijensi bencana. Ini perlu dilakukan karena kalau dilihat dari geografis wilayah lobar rentan dengan terjadinya bencana.
“Untuk itu rencana kontijensi ini sangat perlu dibuat, karenan nantinya akan melibatkan banyak sektor, entah itu dari instansi vertikal maupun dari OPD lobar sendiri serta organisasi masyarakat lainnya. Karena kita tahu bencana ini tidak bisa dibebankan kepada satu OPD saja” jelasnya.
Lebih lanjut sekda meminta, kedepannya BPBD Lobar mampu berinovasi, entah itu dengan aplikasi terbaru yang bisa mendeteksi akan terjadinya bencana secepat mungkin, agar masyarkat bisa mengevakuasi dirinya.
“Saya berharap ini bukan acara seremonial saja, tetapi mampu menghasilkan rencana kontijensi, kemudian bisa menentukan protap darurat bencana serta skenario operasi darurat bencana” harapnya.
Selain itu H. Najib Kepala BPBD Lobar berharap hasil dari dokumen rekon ini nantinya dapat di tindak lanjuti sebagai peraturan bupati (perbup).
Hadir dalam acara workshop itu, dari berbagai instansi vertikal seperti Polri, TNI, Basarnas, serta BMKG, dan dari OPD lobar yang terkait serta dari Bank NTB. (f3 /hm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *