Kendalikan Harga Beras Pemerintah Gelar Operasi Pasar

Share and Enjoy !

Kepala Bulog Divre NTB H Achmad Ma’mun, Wakil ketua TPID NTB Prijono,
Ketua Satgas Pangan NTB Kombes Pol Anom Wibowo, Kabid Dinas Perdagangan Kota Mataram
MATARAM,LINTASNTB. Dalam rangka mengedalikan harga kebutuhan pokok beras, Satgas Pangan Nusa Tenggara Barat  bersama TPID NTB  menggelar operasi pasar beras.  Hal ini dilakukan untuk mencegah kenaikan harga sejumlah bahan pokok terutama beras. 
“Operasi pasar beras dilakukan untuk mencegah kenaikan harga yang tidak terkendali,” kata Wakil Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) NTB Prijono, Saat melaounching operasi   pasar beras di kantor Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional (Divre) NTB, di Mataram, Selasa (17/10).
Menurut Prijono, harga beras di dua kota yang ada di NTB, yakni Kota Mataram dan Kota Bima, cenderung mengalami kenaikan di luar musim panen raya padi.
Namun demikian diakui  kenaikan harga masih di bawah harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 57/M-DAG/PER/8/2017 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) Beras.
Ia mengatakan berdasarkan hasil pantauan harga beras kualitas medium yang dijual di pasaran masih di level Rp9.000 per kilogram (kg), atau di bawah HET yakni   Rp9.450/kg untuk wilayah Bali-NTB. 
“Harga beras masih di bawah HET, tapi trend naik terus. Itu yang harus dikendalikan, sehingga jangan sampai masyarakat jadi panik dengan kenaikan tersebut,” ujar Prijono yang juga menjabat Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTB.
Bersamaan, Kepala Divre Bulog NTB Achmad Ma`mun juga mengatakan bahwa operasi pasar dilakukan berdasarkan instruksi Kementerian Perdagangan dan Direksi Bulog perihal operasi pasar beras cadangan beras pemerintah.
Ia menyebutkan bahwa Bulog menyediakan sebanyak 3.000 ton  untuk kegiatan operasi pasar yang terbagi untuk  Kota Mataram sebanyak 2.500 ton dan di Kota Bima sebanyak 500 ton.
Ia mengatakan Masyarakat bisa membeli beras kualitas medium dengan harga Rp7.300/kg di depan pintu gudang Bulog, sedangkan di tempat operasi pasar sebesar Rp8.100/kg. 
Selain beras, juga terdapat beberapa  komoditas lain yang dijual, yakni gula pasir merek “Kita” dengan HET Rp12.500/kg, minyak goreng merek “Kita” dengan HET Rp12. 500/liter, dan bawang putih dengan HET Rp17.000/kg.
Dalam acara lounching operasi pasar beras tersebut sebanyak  empat unit mobil dikerahkan untuk melakukan penjualan beras di empat pasar tradisional di Kota Mataram, yakni pasar tradisional Kebon Dr oek, pasar Sindo, pasar Pagesangan, dan pasar Mandalika. 
Di samping menggunakan mobil operasional, kegiatan operasi pasar beras juga memanfaatkan Rumah Pangan Kita (RPK), yang tersebar di seluruh kabupaten/kota agar mudah dijangkau masyarakat.
Menurut perhitungannya, Ma’mun mengatakan bahwa stok beras sevanyak 3000 ton cukup untuk melakukan operasi pasar beras sampai akhir tahun 2017.
“Sebanyak 3.000 ton beras saya rasa cukup untuk melakukan operasi pasar beras hingga akhir tahun ini,”ungkapnya. 
Sementara itu ditempat yang sama Kepala Bidang PDN dinas perdagangan kota mataram H. Zaenal Arifin
mengatakan bahwa sampai saat ini harga kebutuhan pokok di kota Mataram masih aman. “Sementara ini harga masih aman, “ungkapnya. (f3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *