JOKOWI Resmi Tutup Konferensi Internasional Dan Multaqa Nasional IV Alumni Al-Azhar Mesir

Share and Enjoy !

Penutupan Konferensi Internasional Dan Multaqa Nasional IV Alumni Al-Azhar Mesir oleh Presiden Jokowi
MATARAM,LINTASNTB. Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo secara resmi menutup Konferensi Internasional dan Multaqa Naaional Alumni Al-Azhar Mesir di Indonesia yang diselenggarakan selama Tiga hari mulai tanggal 17 hingga 19 Oktober 2017 di Provinsi Nusa Tenggara Barat. 
Penutupan Konferensi Internasional dan Multaqa Nasional Alumni Al-Azhar Mesir di Indonesia sitandai dengan pemukulan gendang beleq oleh Presiden Jokowi didampingi Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifudin, Ketua Alumni Al-Azhar Mesir Cabang Indonesia Prof. KH.Quraish Shihab,Gubernur NTB Dr.TGH.M Zainul Majdi di Ballroom Iclamic Center, Kamis (19/10).
Dalam pidato penutupannya Presiden Joko Widodo mengatakan kehadirannya dalam penutupan Konferensi Internasional dan Multaqa IV Alumni Al-Azhar Mesir dikarenakan Al-Azhar merupakan institusi besar dengan pemikiran-pemikiran besar. 
“Itulah kenapa saya hadir pada sore hari ini, “Katanya sambil menceritakan pertemuannya dengan grend syekh Al-Azhar di Jakarta pada bulan Februari tahun lalu. 
Jokowi menuturkan dalam pertemuannya waktu itu Grand Syeikh menyampaikan kepadanya betapa pentingnya moderasi Isalam dan betapa pentingnya toleransi. Dari banyak hal yang disampaikan Grand Syeikh ia mengetahui pemikiran – pemikiran Al-Azhar mengenai moderasi Islam. 
Selain itu Jokowi juga mengatakan bahwa dalam setiap pertemuan dengan negara-negara lainnya didunia, ia selalu menyampaikan bahwa Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di duni. Dan ternyata banyak kepala negara dan petinggi-petinggi negara lainnya tidak mengetahui hal tersebut. 
“Dan yang kedua kita sendiri sebagai bangsa Indonesia sering lupa dengan kebesaran negara kita yang terdiri  250 juta penduduk, 17 ribu pulau, 714 suku yg berbeda, 1. 100 lebih bahasa daerah dan itu  menunjukkan  betapa  negar kita begitu besar,”ungkapnya. 
Lebih lanjut Jokowi menuturkan bahwa Presiden Afganistan  pernah menasehatinya terkait keberagaman dan kebesaran yang dimiliki oleh Indonesia. Sebagai Preiden jokowi diminta berhati-hati dalam mengelola negara ini. 
“Negaramu negara yang besar yang  hidup dengan berbagai  agama dan  suku, moderasi islam sangat penting dinegaramu, krn apa krn negaramu sangat beragam sekali. Toleransi sangat penting bagi negaramu kerena trdiri dari berbagai suku dan agama. Apabila ada gesekan dan riak-riak kecil segera diselesaikan jangan dibiarkan berlarut-larut,”Kata Jokowi menirukan apa yang pernah dinasehatkan presiden Afganistan kepadanya kala itu. 
Karena itulah presiden Jokowi mengatakan dirinya sangat mendukung sekali tema konferensi Internasional  dan Multaqa Alimni Al-Azhar Mesir ini yakni  Moderasi dan Toleransi Islam.
Menurut Jokowi dunia sekarang sudah berubah dengan adanya media sosial dan teknologi internet yang menjadikan semua serba mudah yang harus disaring karena bisa mempengaruhi generasi muda. 
“Apa yang disampaika  harus benar, bukan yang ditafsir, bukan penyampaian pribadi karna saya lihat banyak sekali fenomenal yang mudah sekali mengkafirkan orang, “ungkap presiden yang dulu pernah menjabat gubernur DKI tersebut. 
” Kita harus merangkul anak-anak kita dengan media dakwah sehingga bermanfaat bagi mereka. Negara sebesar ini marilah kita membagun ukuwah Islamiah, Ukuwah batiniah dan ukuwah basyariah kita,karena itulah yang dibutuhkan negara dalam mengejar ketertinggalannya,” ajak Jokowi. 
Diakhir pidatonya presiden berharap semoga hasil-hasil muktamar bermanfaat bagi bagi semua dalam moderasi dan toleransi Islam. 
Penutupan Konferensi Internasional dan Multaq ke IV Alumni Al-Azhar Mesir Cabang Indonesia dihadiri oleh Presiden Joko Widodo beserta rombongan, sekitar 21 negara dan ratusan alumni Al-Azhar dan para santri dan santriwati serta seluruh tamu undangan lainnya. (f3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *