Generasi Muda Harus Bentengi Diri Dari Pengaruh Negatif Teknologi

Share and Enjoy !

Danrem 162/WB sampaikan wawasan kebangsaan di IPDN Kampus NTB
LOBAR,LINTASNTB. Institut Pendidikan Dalam Negeri (IPDN) Kampus Nusa Tenggara Barat melaksanakan kegiatan Training Kepemimpinan Bagi Nindya Praja IPDN Kampus NTB Tahun 2017,di Ruang Kelas IPDN, Juman (20/10).

Dalam kesempatan tersebut Danrem 162/Wira Bhakti Kolonel Inf. Farid Makruf, M.A menyampaikan Materi Wawasan Kebangsaan Dalam Menghadapi Era Globalisasi kepada para peserta training.  

Diawali dengan memberikan motivasi kepada para peserta, Danrem mengatakan bahwa para Nindya Praja IPDN saat lulus nanti harus memiliki satu Skill sehingga dapat dikembangkan ke strata yang lebih tinggi, dengan demikian akan memiliki nilai tawar dalam mengembangkan karier masing masing kedepan.

Adapun ulasan Materi yang disampaikan Danrem 162/WB tentang kondisi sosial saat ini Dimana kita dahulu sudah sepakat melalui sumpah pemuda berbahasa satu dan berbangsa  satu, bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku dan budaya disatukan dengan ideologi Pancasila. 

Danrem mengajak jangan mau dipecah belah tetapi harus  bersatu untuk membangun demi kemajuan bangsa Indonesia. Ia menegaskan kehidupan saat ini jauh lebih baik dari dahulu. 

“Para pahlawan kita yang telah berani dan rela berkorban jiwa dan raga untuk Negara kita, kita hanya tinggal melanjutkan dan menjaga Bangsa Indonesia ini menjadi negara dan bangsa yang besar yang mampu bersaing dengan negara negara lainya di Dunia, “Ungkapnya. 

Lebih lanjut Danrem mengatakan bahwa seperti yang diketahui bersama, sekarang banyak generasi muda  kehilangan jati diri atau karakter. Perkembangan dan kemajuan teknologi internet dan sosmed pemanfaatannya cenderung disalah gunakan untuk kepentingan serta tujuan yang negatif.

Begitu juga, lanjutnya, dengan perkembangan teknologi ini muncul adanya aksi teroris dan perkembangan ISIS ini berimbas pada kurang harmonisnya hubungan antar negara. Kemajuan teknologi komunikasi dan informasi, serta semakin maraknya pemberitaan tentang tindak kejahatan teroris, peredaran narkoba,ditambah muncul lagi sekarang istilah kelompok yang menamakan dirinya Cyber Narcoterrorism yaitu kelompok teroris yang menggunakan dunia maya sebagai wahana mengedarkan dan menyalahgunakan narkotika untuk membiayai kegiatannya. 

Hal lain, ungkapnya, yang menjadi wacana dunia internasional dengan semakin padatnya populasi penduduk otomatis meningkat pula kebutuhan akan pangan, ini berimbas terhadap  kelangkaan pangan. Ini menjadi salah satu sumber terciptanya konflik antar negara,termasuk didalamnya kelangkaan sumber energi yang menjadi kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. 

“Perang masa kini terjadi karena saat ini terjadi krisis energi dan Indonesia menjadi salah satu negara incaran negara lain untuk dipinang karena Indonesia negara yang subur. Contoh yang dapat kita lihat belakangan ini kondisi Indonesia dihadapkan dengan ancaman yakni laut Cina Selatan FPDA, terorisme,Proxy War perang non linear mengunakan pihak ketiga (pakai perantara) yang ciri adalah Indonesia gonjang ganjing setiap hari, suhu politik semakin memanas, munculnya kelompok radikal dan meruncingnya isu SARA

” Jangan pernah terpengaruh budaya asing, berpikir yang jernih, bijak dan kritis.Untuk merubah dunia harus dimulai merubah dari diri sendiri.  Menjadi tua itu pasti, menjadi dewasa adalah pilihan,”Tegas Danrem sambil mengatakan disinilah  peran kita untuk memberi pemahaman semacam ini kepada keluarga,saudara,kerabat dan lingkungan serta menjalin korelasi antar seluruh komponen bangsa demi menjaga  tetap tegaknya kedaulatan  NKRI. 

Turut hadir dalam acara tersebut Perwakilan Direktur IPDN HL Murdani, Kasi Ter Korem 162/WB Letkol Inf. I Nyoman Sudiarta, Pengasuh Praja Kampus IPDN NTB, Pasi Ter Kodim 1620/Loteng beserta para peserta training. 

(f3/hm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *