Radikalisme Menjadi Ancaman Bagi Generasi Muda

Share and Enjoy !

Lembaga Gerak Samawa Gelar Dialog Publik
SUMBAWA,LINTASNTB. Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda lembaga Gerak Samawa menggelar dialog publik bertema “Penguatan Pemuda Sebagai Agen Pemersatu Bangsa Dalam Melawan Bahaya Paham Radikal” di Aula Hotel Sutan Sumbawa, Kamis (26/10).

Staf Ahli Bidang Hukum Pemda Sumbawa, Burhan. SH. MH mengatakan sejarah membuktikan bahwa pemufa mempunyai peranan penting dalam perjuangan dan pembangunan bangsa Indonesia.

“Pemuda memegang peranan sentral bail perjuangan secara fisik, diplomasi maupun perjuangan melalui kegiatan-kegiatan intelektual,” katanya.

Lebih lanjut Burhan memaparkan, masa sebelum kemerdekaan dan revolusi fisik dalam mempertahankan kemerdekaan menjadi lading bagi tumbuh suburnya herois pemuda yang melahirkan semangat patriotisme dan nasionalisme. Namun demikian belakangan ini, di era globalisasi faham-faham radikal mulai menambahkan ke tanah air. Mudahnya mengakses teknologi dari berbagai tempat, kemudian berkomunikasi dengan fasilitas media sosial juga menunjang pergaulan antar manusia.

“Ini juga menjadi wadah penyebar faham radikal untuk menyasar kaum muda melalui medsos maupun media online lainnya, “tandasnya.

Burhan juga mengatakan bahwa pemuda menjadi sasaran empuk bagi tersebarnya faham radikal karena sifat pemuda yang kadang labil dan belum memiliki prinsip hidup yang kokoh,sebagian pemuda juga masih dalam tahap pencarian jati diri.

” Inilah dijadikan peluang bagi para agen paham radikal untuk mengajak pemuda bergabung menjadi bagian dari kelompok mereka,”ujarnya.

Ia mengatakan sesuai dengan tema besar dialog publik, maka nilai-nilai Sumpah Pemuda menjadi penting untuk direvitalisasi kembali.

“Sehingga berbagai macam pelajaran didilamnya dapat kita petik, mulai dari persatuan, kebangsaan, dan semangat juang yang dimiliki, “Katanya.

Ditambahkannya, dari isi sumpah pemuda dapat dilihat bahwa para pendahulu bangsa menginginkan adanya persatuan dikalangan orang-orang yang berjuang dengan diikrarkannya” satu tanah aur dan satu bangsa”.

“Dengan demikian kita dapat memaknai bahwa bangsa Indonesia itu satu meskipun berbeda, persatuan itulah kata yang paling tepat untuk digunakan  menggambarkan arti dari sumpah pemuda, “ungkapnya.

” Para pendahulu kita mengaharkan bahwa dengan bersatu dan mengesampingkan perbedaan maka bangsa Indonesia dapat meraih kemerdekaan dan dengan persatuan pula kesejahteraan suatau bangsa dapat tercapai, “tambahnya.

Hadir sebagai nara sumber dalam kesempatan tersebut, Akademisi Dr. Lahmudin Zuhri M.Hum yang menyampaikan materi” Membangun mental pemuda sebagai generasi bangsa untuk mewujudkan Indonesia lebih baik”.

Dalam pemaparannya, Ia mengatakan bahwa pemuda adalah pengubah zaman yang memberikan perubahan terhadap tirani dan bahkan berperan besar pada revolusi orde lama dan orde baru.Kekuatan pemuda bersama dengan gerakannya yang cepat itulah membuatnya menjadi kuat.

“Maka melaksanakan Pancasila sevuah keharusan bagi setiap pemuda. Ketika pemudanya rusak maka rusaklah negara, karena sesungguhnya pemuda adalah pemimpin masa depan, skenario bangsa asing nerobohkan pemuda dengan cara menjauhkan pemuda dari agama maka dengan sendirinya pemuda akan jauh dari Pancasila,”paparnya.

Sementara, Dandim Sumbawa yang diwakili Kanid Intel Kodim, Ihsan Masyur menyampaikan materi “Upaya TNI dalam menjaga keutuhan bangsa dari aksi radikalisme dan terorisme”.

Dalam penyampaiannya mengatakan Bangsa Indonesia penuh dengan kemajemukan, perbedaan suku, budaya dan beragam bahasa,namu tetap bersatu. “Itulah yang membuat bangsa lain iri dengan Indonesia, “ungkapnya.

Berdasarkan hasil kajian TNI dan Polri, lanjutnya, banyak negara yang akan masuk ke Indonesia termasuk Cina, Jepang, Belanda dan Amerika melalui proxy word, propaganda dan menhancurkan generasi muda menjadi senjata ampuh untuk melumpuhkan Indonesia.

“Misalnya di Cina ada salah satu daerah yang memproduksi 1ton heroin perhari, tapi dilarang dijual dalam negeri dan barang itulah yang dijual ke Indonesia untuk menghancurkan generasi muda,”ujarnya.

Bersamaan, Kepala Kesbangpoldagri Sumbawa, Yahya Adam, BA menyampaikan Peran pemerintah dalam menangkal radikalisme dikalangan pemuda dan pelajar.

Yahya mengatakan sebelum merdeka pemuda telah bersumpah tanggal 28 Oktober yang diperingati setiap tahunnya untuk mengenang jasa dan semangat pemuda.

“Karena itu mari kita junjung tinggi program pemerintah, ketika salah mari kita ingatkan bersama, permasalahan yang kita hadapi saat ini sangat kompleks dan sulit diterjemahkan.

Yahya mengutip pesan Bung Karno”saya lebih gampang berjuang melawan penjajah tapi kalian akan sulit berjuang karena akan melawan bangsa sendiri”. Seperti yang terjadi saat ini, kasus narkoba, berita hoax, serta faham radikal. Ini menjadi tantangan kita bersama.

“Pemerintah tidak akan sanggup berjuang sendiri tanpa adanya dorongan dan kerja dari seluruh stakeholder dan pemuda,”pungkas Yahya. (F3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *