TMMD Ke 100 Di Klu Resmi Ditutup Danrem 162/WB

Share and Enjoy !

Penandatanganan dan penyerahan dokumen kegiatan TMMD ke 100 dari Danrem 162/WB kepada Bupati KLU
KLU,LINTASNTB. TMMD (Tentara Manunggal Membangun Desa) Ke 100 Kodim 1606/Lobar  yang dilaksanakan di Kabupaten Lombok Utara sejak tanggal 27 September sampai 26 Oktober 2017 resmi ditutup oleh Danrem 162/Wira Bhakti.

Upacara penutupan TMMD ke 100 tahun 2017 digelar di lapangan Supersemar Semar Tanjung Kabupaten Lombok Utara oleh Danrem 162/Wira Bhakti, Kolonel Inf. Farid Makruf M.A dihadiri pula oleh Bupati KLU H. Najmul Ahyar, Sekda KLU,Kapolres KLU, Dandim 1606 Lobar, jajaran FKPD Kabupaten Lombok Utara, jajaran Anggota Korem 162/WB dan Toga, Toma, pelajar dan masyarakat umum.

Dalam amanatnya, Danrem 162/WB menyampaikan hasil survei Litbang Kompas dimana TNI menempati urutan tertinggi sebagai  institusi yang paling di percaya rakyat sehingga itu menjadi modal utama TNI dalam membangun sesuai dengan slogan “Bersama Rakyat TNI Kuat”.

Danrem mengatakan tujuan kegiatan TMMD adalah membantu pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam menciptakan ruang juang, kondisi juang, alat juang yang tangguh dengan melaksanakan pembangunan fisik dan non fisik.

Danrem memaparkan capaian sasaran fisik kegiatan TMMD diantaranya berupa pembangun jalan baru sepanjang 1500 meter dengan lebar 7 meter, pembangunan duiker plat beton tipe W1 di desa persiapan Menggala Kecamatan Pemenang. Sementara di desa  Rempek juga di bangun jalan dan pengerasan jalan sepanjang 415 meter dengan lebar 7.  meter, pembangunan jembatan plat beton sepanjang 9 meter dengan lebar 4 meter, dan pembangunan talud pengaman badan jalan dengan tinggi 3 meter dengan panjang 40 meter serta pembangunan kamar mandi di Pondok Pesantren Hidayaturrahman NW 2 di desa Bentek.

Sementara untuk sasaran non fisik kegiatan TMMD meliputi wawasan kebangsaan, sosialisasi bahaya narkoba, penyuluhan KB dan kesehatan, donor darah dan lainnya.

Danrem menjelaskan Melalui TMMD membangun kembali pembangunan di desa yang selaras dengan program Nawacita  Presiden Jokowi yakni membangun melalui pinggiran.

Lebih jauh Danrem menjelaskan kegiatan TMMD sebagai upaya mengembalikan sifat gotong royong yang tergerus jaman serta sikap hedonis serta individualis. Bahkan agar lebih bisa membaur dan mendekatkan diri dengan masyarakat satgas TMMD di wajibkan tinggal dan tidur di rumah rakyat.

“Hal tersebut membuktukan bahwa TNI dan rakyat tidak terpisahkan, “ungkapnya.

Dandrem mengatakan  Bangsa Indonesia saat ini menghadapi berbagai persoalan yang cukup komplek seperti radikalisme, upaya pecah belah, sikap hedonisme, dan adanya mengganti ideologi Pancasila. Bila tidak segera di atasi kata Danrem persoalan tersebut akan melumpuhkan negara.

” TMMD sebagai upaya membangkitkan kembali sistem imunitas bangsa dan rakyat,”tegasnya.

Sementara ditempat yang sama, Bupati KLU, TGH. Najmul Akhya mengatakan berterimakasih kepada TNI yang telah memilih KLU sebagai lokasi kegiatan TMMD. Ia berharap tahun selanjutnya KLU dipilih kembali untuk kegiatan serupa.

“Bila perlu pelaksanaan TMMD ini setiap tahun di KLU, “harapnya.

Lebih lanjut, Bupati mengatakan bahwa kerjasama antara pemerintah kabupaten Lombok Utara dengan TNI akan terus berlanjut di luar kegiatan TMMD.

” Kita akan terus lakukan kerjasama ini dan kami akan menyediakan lahan untuk dilakukan pembangunan nanti oleh TNI,”sambungnya.

Bupati juga berjanji akan memprioritaskan jalan  yang telah dibuat oleh TNI untuk segera dilakukan pengaspalan. “Kami akan prioritaskan tahun depan, “pungkasnya.

Penutupan TMMD ini juga di rangkai dengan penandatanganan Dokumen Penutupan Kegiatan TMMD bersama Bupati Kabupaten Lombok Utara TGH Najmul Akhyar. Kegiatan TMMD di tutup secara simbolis dengan pemukulan gong dan mengunjungi sejumlah stand UMKM.(F3/NG/RZ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *