Waspada!! Begini Modus Pembobolan ATM

Share and Enjoy !

MATARAM,LINTASNTB. Petugas PT. SSI Mataram  1, Heni Sukma N   bersama Kapolres Lotara,AKBP Rifa’i berhasil menangkap dua orang oknum tersangka pelaku pembobolan mesin ATM Bank Mandiri yang berlokasi di Dusun Lokok Desa Gondang Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara pada hari Sabtu tanggal 28 Oktober 2017 lalu.

Dua orang oknum tersangka pelaku diketahui  berinisial HN laki-laki 26 tahun pekerjaan tani, alamat Dusun Bambangan Desa Way Ronjong Kecamatan Muara Kabupaten Oku Selatan Provinsi  Sumatera Selatan dan inisial F laki – laki 24 tahun pekerjaan tani beralamat di Dusun II Desa Ujan Mas Lama Kecamatan Ujan Mas Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.

Adapun modus para oknum tersangka  yakni dengan cara memasang stiker call center palsu dan memasang mika kecil (card traping) di lubang ATM bank BNI dr.Rika, dusun Lekok, Desa Gondang Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara.

Setelah selesai melakukan pemasangan, kemudian pelaku pergi beristirahat di hotel Gondang, sambil menunggu nasabah/korban yang akan tersangkut kartu ATM nya saat menggunakan mesin ATM yang telah dipasangkan alat ( card traping, red) tersebut.

Saat mendapatkan telphone nasabah/korban pelaku meminta nomor rekening dan nomor PIN nasabah, setelah mendapatkanya (nomor rekening dan PIN nasabah) kemudian kedua oknom tersangka pelaku tersebut kembali ke ATM bank BNI dr. Rika Lekok untuk membongkar box mesin ATM menggunakan alat pahat sehingga meain terbuka dan kartu ATM dapat diambil.

Kemudian kartu ATM yang mereka ambil tersebut disesuaikan dengan PIN dan nomor rekeningnya, lalu pelaku menuju ATM depan Kantor Pos Tanjung dan menarik uang tunai sebesar Rp. 3.600.000,-.

“Pelaku dapat ditangkap setelah dipancing pegawai SSI dengan mengaku sebagai nasabah menelphone ke nomor call center palsu bahwa ATM nya tertelan yang isinya 93 juta. Beberapa saat kemudian pelaku terjaring masuk ke ATM BNI dr.Rika, selanjutnya pelaku diamankan dan dibawa Kapolres Lombok Utara,” Ungkap Kasat Reskrim Polres Lotara, AKP Kadek Metria,  kepada wartawan di Mataram, Senin (30/10).

Kasus seperti itu telah sering terjadi, khusus di KLU dalam bulan September – Oktober 2017 ada empat laporan yang diterima pihak Kepolisian dengan lima korban, pada bulan September yaitu atas nama Artadinata  kerugian Rp 18.400.000, A. Hadi Wirawan kerugian Rp 15.500.000, Yahminto kerugian Rp 107.000.000.

Selanjutnya pada bulan Oktober korbannya bernama Mutakim mengalami kerugian Rp 3.600.000 dan Aris Nurtumitah, mahasiswa KKN asal Nganjuk Jawa Timur dengan kerugian Rp 1.100.000, – .

“Jadi, total uang yang didapatkan pelaku berdasarkan laporan yang masuk Rp 145.600.000. kemungkinan besar masih banyak masyarakat yang kena namun tidak melapor,” ujar Kadek Metria.

Adapun barang bukti yang berhasil disita diantaranya uang sejumlah Rp. 4.675.000,-,6 lembar stiker call center BNI, 2 lembar stiker call center BRI, 3 lembar stiker call center Mandiri, 1 buah pahat kecil berwarna kuning, 1 botol lem G, 5 kartu ATM BR, 1 ATM Mandiri, 4 kartu ATM BNI, 1 buah handphone samsung lipat warna biru, 1 buah mika terbuat dr potongan botol plastik, 2 unit DVR CCTV, 1 unit sepeda motor Honda Vario No. pol. DR 4417 CU An. Hidayat Adiasih, 1 helm merk honda warna hitam,  1 jaket sweater berwarna abu, 1 jaket sweater warna biru.

Tersangka dijerat dengan pasal 28 ayat (1) Jo pasal 45 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang RI Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara dan atau pasal 363 ayat (1) ke 4 dan 5 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.

 AKP Kadek Metria,  menghimbau kepada masyarakat khususnya pengguna mesin ATM agar jangan panik saat mengalami kartu ATM yang tertelan mesin ATM.

“Jangan mudah percaya jika menemukan ada stiker call center yang berkode wilayah dan jangan sekali-sekali memberikan nomor PIN ATM kepada siapapun, meskipun kepada petugas Bank,”pungkasnya.(f3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *