Jangan Warisi Abunya, Tapi Warisilah Api Sumpah Pemuda

Share and Enjoy !

Danlanud
Rembiga Kolonel Pnb Dodi Fernando saat bertindak sebagai Irup pada
upacara peringatan Sumpah Pemuda ke 89 di Mako Lanud Rembiga
MATARAM,LINTASNTB. Upacara Hari Sumpah Pemuda ke-89 tahun 2017 di Lapangan Dirgantara Mako Lanud Rembiga diikuti seluruh anggota Lanud Rembiga baik militer maupun Aparatur Sipil Negara.Bertindak selaku Inspektur Upacara Komandan Lanud Rembig,Senin (30/10).

Upacara yang khidmat tersebut diawali dengan pengibaran bendera Merah Putih, mengheningkan cipta, pembacaan teks Pancasila, pembacaan Pembukaan UUD 1945, pembacaan ikrar Sumpah Pemuda, sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga, diakhiri dengan pembacaan doa.

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi dalam sambutannya yang dibacakan Inspektur Upacara Danlanud Rembiga Kolonel Pnb Dodi Fernando, SE, MSoc.Sc mengangkat fakta sejarah terkait Sumpah Pemuda dimana dokumen sejarah menunjukkan fakta bahwa sekat dan batasan-batasan perbedaan agama, bahasa dan adat istiadat bahkan jarak ribuan kilometer tidak menjadi halangan bagi para pemuda Indonesia untuk bersatu demi cita-cita besar Indonesia dan inilah yang disebut dengan “Berani Bersatu”.

Menpora dalam sambutannya juga mengangkat pesan dari Presiden RI Pertama Bung Karno, yang menyampaikan pesan “jangan mewarisi abu sumpah pemuda tapi warisilah api sumpah pemuda”. Pesan ini sangat mendalam khususnya bagi generasi muda Indonesia. Api sumpah Pemuda harus kita ambil dan terus kita nyalakan.

“Kita harus berani melawan segala bentuk upaya yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Kita juga harus berani melawan ego kesukuan, keagamaan dan kedaerahan kita, ego ini yang kadangkala mengemuka dan menggerus persaudaraan kita sesama anak bangsa, kita harus berani mengatakan bahwa persatuan Indonesia adalah segala-galanya, jauh diatas persatuan keagamaan, kesukuan, kedaerahan apalagi golongan, “Ungkap Danlanud membacakan sambutan Menpora.

Terakhir Menpora mengajak untuk menyetop segala bentuk perdebatan yang mengarah pada perpecahan bangsa dan sudah saatnya untuk melangkah ke tujuan lain yang lebih besar, yakni mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.(f3)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *