Paslon Kepala Daerah di NTB Perlu Berhemat

Share and Enjoy !

Direktur M16, Bambang Mei Finarwanto bersama Sekretaris M16 L Athari Fadlulah
MATARAM,LINTASNTB. MI6 menghimbau agar semua pasangan calon kepala daerah di NTB yang mengikuti Pilkada serentak 2018 tidak perlu boros dalam membelanjakan anggarannya untuk kepentingan pencitraan maupun saat bertemu konstituen. Hal ini agar para Paslon tersebut tidak merasa terbebani secara psikologis maupun budgeting saat melakukan sosialisasi . 
Demikian diutarakan oleh direktur Mi6 ,Bambang Mei Finarwanto,SH dan Sekretaris Mi6 , Lalu Athari Fadlullah, SE melalui siaran pers yg disampaikan ke Media , Minggu , 10/12/2017
Selanjutnya Sekretaris Mi6 menilai dengan masih lamanya proses pencoblosan pilkada serentak ini , para calon kepala daerah yang ikut konstestasi lebih fokus memperoleh kepastian  dukungan parpol pengusung agar investasi politik di konstituen tidak sia sia.” Banyak paslon yg terkesan jor-joran melakukan pencitraan tapi kemudian kandas karena tidak memperoleh dukungan parpol,” ujar Athar sembari mengatakan keberadaan lembaga survei dan konsultan penting buat Paslon dalam memberikan advis politik dengan melihat probabilitas politik secara   terukur dan terarah . 
Athar merasa prihatin dengan adanya beberapa para Paslon yg akhirnya tidak tampil dalam pentas pilkada karena salah kalkulasi dalam memetakan situasi politik yang ada. Padahal secara kapasitas para Paslon yang tidak jadi tampil tersebut mumpuni.” Itulah politik segala sesuatunya mungkin terjadi karena ukuran yang dipakai menilai kelayakan  calon yang hendak diusung  banyak variabel ,” lanjutnya . 
EDUKASI MORAL POLITIK
Sementara itu direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto ,SH lebih  menyoroti pergerakan para Paslon Kepala Daerah di basis konstituen yang terkesan cenderung memanjakan pemilih. ” secara politik , mengintertain konstituen untuk meraih dukungan tidak salah , tapi harus terukur dan jelas komitmen nya agar tidak sia sia,” ujar didu , panggilan akrab direktur Mi6 sambil mengatakan sudah saat nya pemilih harus. mengerti” dan  bertanggungjawab secara moral dalam memaknai “atensi” para Paslon dalam momentum Pilkada ini. 
Lebih jauh Didu mengungkap para Paslon dan tim sukses secara berkala perlu membuka ke publik tentang proses politik yang sudah dilakukan baik bersama konstituen maupun progress perkembangan dukungan dengan parpol pengusung. Hal ini agar publik bisa melihat kepastian calon yang tampil dari  sumber pasti agar tidak menimbulkan spekulasi politik.” Hendaknya Para Paslon membuka informasi dukungan politik nya ke publik agar tidak menjadi bahan spekulasi yg sia sia,” ungkapnya .
Terkait soal anggaran kampanye politik , Didu setuju para Paslon tersebut untuk berhemat, cermat dan tidak memanjakan konstituen demi gengsi dan prestise . “Masyarakat harus di edukasi secara moral  politik lewat program visi misi yang menyentuh hati dan  kepentingannya , bukan dengan pragmatisme sesaat yang kerap tidak berdampak pada keberlanjutan  pilihan politiknya kelak ,” pungkasnya.  (f3/An)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *