Negative campaign perlu diartikan positif

Share and Enjoy !

MATARAM,LINTASNTB. Perhelatan pilkada serentak 2018 sudah mulai memanas. Isu isu negatif bahkan banyaknya kampanye hitam ( black campaign) tentunya menjadi warna tersendiri dalam setiap pagelaran pesta demokrasi 5 tahunan. 
Menyikapi hal tersebut, Sekretaris Bappilu Partai NasDem NTB, Arif Rahman Maladi menyebut itu sebagai suatu hal yang wajar terjadi di era demokrasi saat ini. Arif menyebutkan bahwa masyarakat juga perlu memiliki refrensi terkait rekam jejak pasangan calon di masa lalu, ini penting karena akan menjadi refrensi masyarakat memilih pemimpin yang ideal.
Arif mengungkapkan bahwa dalam negara demokrasi yang modern, negatif campaign itu diartikan sebagai sesuatu yang positif. Karena masyarakat akan disajikan data dan fakta terkait rekam jejak calon calon pemimpinnya. Jadi menurut saya janganlah alergi kepada segala macam negative campaign, selama itu berdasarkan pada fakta dan data yang valid. 
“Kita ini kan akan memilih pemimpin yang tentunya setiap orang ada keterbatasannya, ada kelebihan dan kekurangannya karena mereka juga kan manusia bukan malaikat”, tegas arif. 
Arif hanya menghimbau kepada masyarakat untuk berpikir jernih dan rasional menerima berbagai macam isu dan informasi yang ada menjelang perhelatan pilkada ini. Masyarakat harus memahami dan mampu membedakan mana yang menjadi negative campaign atau black campaign. ” Yang bahaya kalau masyarakat tidak mampu membedakan mana black campaign atau negative campaign”. 
Black campaign adalah model kampanye yang tidak berdasarkan pada fakta dan data untuk menjatuhkan pasangan calon atau individu calon tertentu yang tidak berdasarkan pada fakta dan data yang valid ( baca: fitnah). “Ini perlu dilawan bersama dan harus segera ditindak tegas”. (Amre)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *