Ini “Dosa Politik” Ketua Partai PERINDO Kabupaten Dompu Nursamsu

Share and Enjoy !

DOMPU,LINTASNTB. Mantan Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai PERINDO Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) Didi Pati secara tegas mengungkap “dosa politik” Ketua PERINDO Nursamsu sejak menjabat.

Berikut catatan Didi Pati “dosa politik” Nursamsu. Tahun 2015 Nursamsu menerima SK kolektif untuk 15 orang pengurus DPD Partai PERINDO Kabupaten Dompu, oleh Nursamsu SK tersebut tidak langsung diserahkan kepada pengurus yang berhak menerima SK tersebut, diduga kuat sengaja diendap untuk kepentingan “busuk” Nursamsu.

Dipenghujung akhir tahun 2016 Mantan Ketua Partai Bulan Bintang itu, kembali berbuat curang dengan cara membuat surat pengunduran diri palsu tujuh orang unsur wakil ketua DPD, padahal diketahui tujuh orang wakil ketua tersebut tidak pernah mengajukan atau menandatangani surat pengunduran diri dari Partai PERINDO.

Tak sampai disitu manufer “politik kotor” Nursamsu selain merekayasa surat pengunduran diri pengurus DPD. Ketua Dewan Pimpinan Cabang (PAC) Kecamatan Pekat, Kilo dan Kempo ikut dipecat dari kepengurusan PAC alasan Nursamsu ketiga PAC tetsebut firus Didi Pati dan Muhammad Aulia mantan Sekretaris dipecat Nursamsu.

Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) diketahui sebagai pedoman organisasi hingga saat ini diketahui tidak pernah diketahui oleh pengurus lainya, diduga kuat lagi-lagi diendap Nursamsu.

tahun 2017 Nursamsu kembali melancarkan “politik kotornya,” kali ini dua Pengurus Anak Cabang (PAC) Kecamatan Hu’u dan Pajo dipecat padahal tak ada alasan yang dapat merugikan partai.
Masih di tahun yang sama 2017 selain dua PAC terhempas dari Nursamsu, sejumlah pengurus DPD juga ikut dicopot dari jabatanya, hebatnya lagi Nursamsu yang pernah dilaporkan ke Polres Dompu oleh M. Amin mantan wakil ketua dua atas dugaan pemalsuan tandatangan surat pengunduran diri pengurus tahun 2016, diduga kuat kembali berulah, mengeluarkan SK aspal pengurus DPD pengganti pengurus dipecat dengan cara memalsukan tandatangan Ketua Umum Hari Tano dan Sekretaris Jendral Ahmad Rofik DPP Partai PERINDO dengan cara di skener.

Kebijakan “politik busuk” Nursamsu terus berlanjut, kali ini diawal tahun 2018, sejumlah bantuan DPP PERINDO berupa bantuan grobak untuk pedagang kaki lima dinilai sejumlah kader PERINDO salah sasaran, data dihimpun Didi ada tujuh grobak disalurkan Nursamsu disekitar wilayah dapil I, tentu saja kata Didi bantuan tetsebut akan menguntungkan Nursamsu sebagai kandidat calon anggota DPRD dapil I tahun 2019 yang akan datang.

Menurut kandidat Magister Administrasi Pendidikan ini, seharusnya bantuan tersebut dikoordinasikan dengan delapan PAC baru disalurkan bukan seenaknya Nursamsu menyebarkan bantuan DPP untuk kepentingan politik Nursamsu. “Ini partai bukan warisan,” kata Didi lantang.

Didi mengajak delapan PAC dan pengurus DPD lainya, untuk menyatukan langka dan tujuan pecat Nursamsu dan hadang Nursamsu untuk kepentingan 2019.”Masyarat Dompu tidak menghendaki politisi seperti tampang Nursamsu,” ujar Didi.

Sementara itu mantan Sekretaris Muhammad Aulia juga angkat bicara menyimak kisruh diinternal Partai PERINDO Dompu, ia ingatkan Nursamsu sebaiknya mundur dari jabatan ketua sebelum dilengserkan secara tidak terhormat, sebab kata dia segudang data dugaan penyimpangan saudara Nursamdu telah dikantongi tujuh PAC dan sebahagian pengurus DPD.




“Saya pikir ini kali kedua Saudara Nursamsu “digoyang” ada baiknya Nursamsu taubat Nasuha sebelum lengser,” kata Aulia.(aul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *