Konflik Monjok Taliwang Kembali Memanas, 18 Korban Luka Luka

Share and Enjoy !

MATARAM,LINTASNTB. Minggu 21 Januari 2018. Perseteruan dua lingkungan Monjok vs Taliwang yang sempat terhenti beberapa bulan setelah Operasi Bina Lingkungan oleh TNI kambuh lagi. Tawuran tersebut terjadi sekitar pukul 07.00 Wita pagi Minggu( 21/1) diluar prediksi, tutur Danramil Cakra.

Tidak diketahui pihak mana yang memulai, yang jelas gejala itu sudah ada sejak pukul 02.00 malam tadi dengan cara saling memancarkan cahaya senter  dari kedua kubu. Namun hal itu berlangsung tidak lama, dan tenang kembali. Sehingga pihak aparat menyimpulkan tidak akan terjadi apa-apa. Hingga pukul 06.00 pagi situasi aman aman saja.  Pada saat aparat jaga sudah tidak ada dilokasi tiba tiba tawuran tersebut terjadi dan kedua belah pihak saling berhadapan dengan menggunakan berbagai senjata tradisional yang mengakibatkan jatuhnya korban luka sejumlah 9 orang dari karang taliwang dan 9 orang lagi dari monjok. Tawuran tersebut berlangsung hingga pukul 09.00 setelah diamankan pihak TNI dan POLRI.

Korban dari kedua belah pihak dievakuasi di dua rumah sakit yang berbeda, sejauh ini belum ada korban tewas. Adapun jenis senjjata yang digunakan berupa panah, tombak , dan senapan angin, hal ini terlihat dari korban yang luka-luka tersebut, jelas Danramil Cakra lebih lanjut. Sementara itu, Pihak rumah sakit tidak memperbolehkan awak media untuk mengambil gambar korban yang dirawat tanpa memberikan alasan yang jelas.

Menurut penuturan salah seorang RT di lingkungan Monjok Culik, perseteruan ini sebenarnya telah berlangsung sejak kami masih SD, namun para pendahulu kami melakukannya sendiri sendiri tanpa melibatkan orang banyak. Sejak perselisihan masalah kuburan dan tempat pembuangan sampah, konvlik ini menjadi membara. Kami para orang tua dilingkungan ini sudah letih. Dan kami mohon pihak pemerintah untuk mengambil sikap tegas, agar masalah ini segera berakhir.  Berbagai upaya damai telah dilakukan baik dengan melibatkan tokoh agama dan aparat, maupun pihak lain, namun tetap saja kembali ribut, keluhnya. (Nng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *