GUBERNUR TGB: Pada Diri Pemuda Terdapat Semangat Kebaikan

Share and Enjoy !

TGB selfie bersama peserta youth camp
LOMBOK UTARA,LINTASNTB. Jangan percaya kalau ada siapapun
yang mengatakan bahwa anak-anak muda adalah biang kerok masalah. Jika anak muda
adalah sumber masalah, maka Rasulullah SAW tidak akan mempercayakan
urusan-urusan besar kepada pemuda, karena sesungguhnya pada diri para pemuda
terdapat semangat kebaikan dari jiwanya yang tidak terduga dan visioner. Tegas
Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi menjadi Keynote Speaker pada kegiatan
Lombok Youth Camp for Peace Leaders, di Areal Wisata Klui Malaka, Kabupaten
Lombok Utara, Senin (22/1).

Dalam materi yang disampaikan TGB
yang juga Ketua Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Cabang
Indonesia dijelaskan bahwa dalam perjalanan sejarah peradaban bangsa, khususnya
sejarah peradaban Islam, pemuda merupakan bagian penting yang dipercaya untuk
memegang dan menangani urusan-urusan besar. Katakanlah pada zaman Rasulullah,
seorang pemuda bernama Zaid bin Tsabit, umur 12 tahun dipercaya oleh Rasulullah
SAW untuk mengurus hal-hal besar, yaitu diberi tugas untuk menulis wahyu dan surat-surat
Nabi. Rasulullah SAW menaruh perhatian besar serta memberikan kepercayaan penuh
pada tugas-tugas besar kepada pemuda, karena dalam diri pemuda itu terdapat
semangat kebaikan serta komitmen kuat untuk melaksanakan kebaikan-kebaikan itu.
Juga dalam diri pemuda ada kejujuran, keberanian dan konsistensi. Pada zaman
kemerdekaan pun, yang menjadi pelopor Bung Karno dan Bung Hatta memproklamirkan
bangsa Indonesia adalah anak-anak muda, karena baginya anak-anak muda adalah
harapan, anak-anak muda adalah kejayaan di masa mendatang.

Lebih lanjut Tuan Guru Bajang (TGB)
sapaan akrab Gubernur dua periode tersebut menguraikan tiga kriteria yang
menjadi ukuran kebaikan, yakni, Ilahiah, Insaniah dan Akhlakiah. Karenanya, TGB
mengajak dan menyerukan para pemuda yang berjumlah sekitar 200 orang yang
menjadi peserta Lombok Youth Camp for Peace Leaders, agar senantiasa menjadi
orang yang memiliki pemahaman yang utuh dan benar tentang Islam, nilai-nilai
baik yang ada dalam Islam serta peran pemuda untuk menjalankan dan menghadirkan
kebaikan kepada orang lain.

Tidak lupa saat itu TGB juga
menyampaikan kesukacitaan dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas
terselenggaranya kegiatan tersebut. “Saya mengucapkan terimakasih karena
adik-adik telah datang, adik-adik jangan mengukur NTB hanya dari keindahan
alamnya saja, Lombok adalah eksperimen hidup dan kalian bisa mengambil kebaikan
dari kegiatan ini selama berada di Lombok serta bisa menjadikan khazanah
kearifan masing-masing untuk meyakinkan bahwa nilai islam adalah nilai yang
sangat kondusif dan cocok untuk kemajuan bangsa”, ucap TGB.

Diceritakan pula dalam
pengalamannya  saat berkesempatan ke luar negeri, TGB mengungkap terdapat
Birul Walidain pada diri orang-orang Tionghoa/Cina. Di saat mereka pergi
berlibur ke suatu negara dan Negara lainnya, mereka selalu mengajak orang
tuanya, baik yang sudah sepuh maupun yang hanya untuk berjalan pun membutuhkan
bantuan kursi roda. “Ada nilai-nilai Universal yang mungkin kita sebagai
masyarakat muslim harus belajar pada saudara-saudara kita yang lain”,
tambahnya.

Terakhir,
TGB berharap Lombok Youth Camp for Peace Leaders ini bisa benar-benar
bermanfaat dan ketika pulang dari NTB, adik-adik ini menjadi anak muda yang di
dadanya penuh dengan semangat kebaikan, menjadi orang yang komitmennya kuat,
cinta Indonesia, bukan hanya sekedar gaya-gayaan tapi cinta Indonesia itu
adalah kepentingan kita semua. “Sekali kita kehilangan cinta Indonesia
maka kita akan kehilangan segalanya”, pungkasnya. Usai menyampaikan
sambutan, TGB memberi kesempatan tanya jawab kepada beberapa peserta. Tak lupa
usai memukul alat musik Gendang Beleq sebagai tanda diresmikannya Lombok Youth
Camp for Peace Leaders, para peserta riuh gembira ber-swafoto bersama Gubernur
NTB.

Sebelumnya, Drs. Lukman Hakim selaku Team Leader menyatakan, kegiatan ini
didasari oleh kegelisahan yang dirasakan, dimana muncul banyak perbedaan yang
berujung pada perselisihan. Mempertemukan para calon pemimpin Indonesia dalam
forum Lombok Youth Camp for Peace Leaders ini, diharapkan dapat menjadi salah
satu cara mengatasi masalah tersebut.

Pada kegiatan yang dihadiri oleh peserta dari seluruh Indonesia ini, Lukman
Hakim menyampaikan ada beberapa agenda yang akan dilangsungkan sejak 21-25
Januari 2018. Kegiatan tersebut diantaranya; Majelis Harmoni, Outbond, Bakti
Sosial (Penanaman Pohon), dan lainnya.(cand)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *