18 Orang Anak-Anak Di Bawah Umur Tersangka Kasus Kriminal

Share and Enjoy !

Kapolres AKBP M Eka Faturrahman, SH, SIK Lotim saat memberikan keterangan operasi jaran gatarin
LOMBOK TIMUR,LINTASNTB. Operasi Jaran Gatarin yang dilakukan Polres Lotim berhasil mengungkapkan 32 kasus C3 yang terdiri dari 42 laporan polisi dan polsek-polsek di jajaran Kabupaten Lombok Timur, dengan 48 orang tersangka. 18 orang tersangka adalah anak-anak di bawah umur dan 30 orang lainnya adalah orang dewasa. Anak – anak di bawah umur ini tergolong sebagai tersangka kasus kriminal C3 yaitu CURAS (pencurian dengan kekerasan), CURAT (pencurian dengan pemberatan), dan CURANMOR (pencurian motor) yang dilakukan Polres Lotim selama 14 hari, mulai dari Selasa, (23/1) sampai dengan Senin, (5/2) lalu.

Dari 32 kasus kejahatan C3 itu, polisi telah mengumpulkan 118 barang bukti, yang terdiri dari  32 kendaraan bermotor, 21 bilah senjata tajam, 50 buah handphone berbagai jenis dan merek, laptop/notebook 3 buah, televisi, printer, kipas angin dan berbagai barang bukti lainnya. 

Selanjutnya, menurut Kapolres Lombok Timur, Eka Faturrahman, anak-anak yang terlibat dalam kasus kriminal ini nantinya akan direhabilitasi oleh BAPAS dan LPA. Walaupun dalam konteks hukum pidana, setiap orang yang terlibat kasus kriminal akan diproses hukum tanpa melihat umur atau usia dari pelaku kejahatan. 

“Namun ada UU perlindungan anak, dimana untuk anak-anak yang melakukan tindak pidana, ada tindakan-tindakan lain terhadap yang bersangkutan. Jangan sampai saat mereka dilakukan proses penegakan hukum, mereka malah berkumpul dengan orang-orang kriminal, dan anak-anak ini malah menjadi lebih kriminal lagi.” Imbuh Eka Faturrahman.

Sebagai bentuk proses pembinaan terhadap anak-anak yang tersangakut kasus kriminal ini, polisi telah berupaya untuk mengundang orang tua dari anak-anak tersebut, mengundang RT untuk diberikan pembinaan pada anak-anak tersebut. Setiap harinya anak-anak ini juga diarahkan untuk salat lima aktu, diberikan pembinaan, penyuluhan dan kegiatan-kegiatan lainnya oleh Polres Lotim.

Kapolres Lotim juga menerangkan bahwa kejahatan anak-anak ini dilakukan oleh orang-orang yang sudah berpengalaman. Dimna mereka memberikan uang muka kepada anak-anak tersebut untuk mencuri barang-barang milik korban. Sehingga mau tidak mau, mereka akan berbuat sesuai yang diisntruksiakan.

Sementara itu, R, selaku tersangka kasus kriminal anak-anak di bawah umur mengungkapkan bahwa ia melakukan hal tersebut karena di suruh oleh temannya. 

Selanjutnya, dari 32 kasus kejahatan C3 itu, polisi memberikan keleluasaan pada masyarakat untuk bisa memiliki kendaraan atau barang-barang bukti kasus C3 ini apabila merasa bahwa barang tersebut adalah miliknya. (Uki)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *