Halang-Halangi Kegiatan Jurnalistik, Manager Smart Finance : Laporkan Saya Sana !!!

Share and Enjoy !

Kantor smart finance jl. Catur warga timur RS Islam
MATARAM,LINTASNTB. Kegiatan jurnalistik untuk menggali informasi terkait perampasan motor oleh debt collector Smart Finance dihalang-halangi oleh manager Smart Finance senin lalu di ceritakan oleh wartawan iNews Hari Kasidi yang sedang bertugas kamis pagi (8/2).

Kronologinya saat salah seorang costumer bercerita motornya di ambil oleh pihak Smart Finance kepada para wartawan dengan tergesa-gesa yang membuat wartawan berpikir sangat perlu mencari informasi ke pihak Smart Finance.

Setelah wartawan sampai ke kantor smart finance dengan cepat para wartawan langsung meliput seperti biasanya, merekam, mengambil gambar dan wawancara.

Dirasa informasi yang didapatkan masih kurang dan perlu menggali informasi dari pihak manager smart finance agar informasi berimbang.

Ketika manager Smart Finance datang dan mempersilakan korban untuk berbicara di ruangan yang sempit, di situ hanya satu orang wartawan saja yang bisa masuk karena ruangan sangat sempit, namun saat ingin mengambil gambar, seorang wartawan iNews (MNC Media Group) yang akan merekam di marahi oleh manager Smart Finance.

“Ini ada apa, kenapa bawa wartawan segala? Kan kita berdua bisa selesaikan ini” pungkas steven dengan nada keras.

Saat itu  Hari Kasidi, wartawan iNews (MNC Media Group) mengatakan ingin mengklarifikasi kejadian perampasan motor oleh debt collector sambil mengeluarkan handy cam, tiba-tiba steven marah dan langsung menepis tangan wartawan. Perdebatanpun terjadi ruangan kecil itu.

“Anda tidak boleh mengambil gambar karna belum punya izin dari saya, mana surat tugasmu” ungkap steven.

Hari Kasidi beserta wartawan yang lain memperlihatkan ID card sebagai tanda tugas. Hari Kasidi, yang ada di dalampun menjelaskan aturan tentang hak jawab yang dimiliki oleh pihak Smart Finance, namun steven tetap tidak menerima alasan itu dan malah menantang wartawan iNews (MNC Media Group) tersebut.

“awalnya lancar-lancar saja namun saat pihak korban bertemu dengan manager dan disitu informasi yang saya butuhkan, saat akan merekam dengan handy cam saya dia malah menepis handy cam saya, saya sebagai wartawan tahu informasi apa yang harus saya miliki untuk membuat suatu berita, ini kami ingin memberikannya hak jawab agar informasinya berimbang tapi kok dia tidak mau memberikan keterangan, malah melarang saya mengabil gambar dan menantang saya untuk lapor ke polisi” ungkap Hari Kasidi kepada wartawan lain dengan kecewa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *