Razia Gabungan Hiburan Malam, Oknum Pelajar, PNS, dan Polisi Terciduk

Share and Enjoy !

Tim operasi menemukan opnum PNS di dalam room karaoke
MATARAM,LINTASNTB. Operasi gabungan antara TNI AL, PM, PROPAM, BNN, Imigrasi, dan sat pol PP digelar untuk menjaring para anggota TNI maupun anggota polisi yang berada di tempat hiburan malam, operasi ini digelar kamis (15/2) pukul 23.00 sampai jumat (16/2) dini hari tadi pukul 4.00.

Dalam operasi tersebut ada beberapa tempat hiburan malam yang di razia di daerah mataram dan lombok barat.

Operasi yang dipimpin oleh Kapten Laut (PM) Arga Ydhistira ini menyisir cafe dan karaoke yang disinyalir sering dikunjungi oleh oknum anggota yang indisipliner guna mengembalikan kedisiplinan para anggota. Selain itu operasi ini dilakukan untuk meminimalisir pelanggaran pidana.

“Atas perintah atasan Operasi yustisi POM TNI, operasi ini gabungan dari beberapa POM, ada dari POM AU POM AD,Imigrasi, PROPAM, BNN dan Pol PP” terang kapten Arga.

Kapten muda Angkatan Laut ini menjlaskan bahwa setiap anggota dilarang memasuki tempat-tempat hiburan malam untuk menjaga nama baik kesatuan.

Di beberapa tempat hiburan ditemukan oknum PNS, anggota polisi dan pelajar serta WNA yang tidak membawa dokumen keimigrasian yang memasuki tempat hiburan malam.

Dalam operasi ini juga dilakukan tes urine di tempat oleh BNN dan BNN mendapati satu orang yang positif narkoba jenis sabu dan akan di proses apakah hanya pengguna atau pengedar.

“Untuk tangkapan kita mendapat satu positif narkoba, satu WNA tanpa identitas dan beberapa sipil yang dalam proses indentifikasi” ungkap Arga selaku pimpinan operasi

Sesuai dari komando Kapten Arga, urusan diserahkan kepada masing-masing instansi yang berwenang seperti oknum polisi diserahkan ke PROPAM, oknum PNS dan pelajar diserahkan ke Pol PP.

“Untuk pelajar SMA atau SMK sudah menjadi wewenang Pol PP provinsi, jadi untuk pelajar yag tertangkap ini kita akan konsultasi dan panggil pihak sekolah” terang Anggota Pol PP H. Lalu Satriawan selaku Penyidik PNS.


“Untuk kegiatan ini kita laksanakan rutin untuk menjaga wilayah mataram dan senggigi, karena kita ingin wilayah mataram dan senggigi itu kondusif, kita ingin meminimalis adanya pelanggaran apalagi ada peredaran narkoba di sini, ini bisa memperburuk citra NTB sebagai daerah pariwisata” pungkas kapten muda ini.(cand)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *