Kondisi Cuaca Labil, Harga Beras dan Cabe Melonjak

Share and Enjoy !

Syhrudin, ST Kepala Bidang Perdagangan lobar
LOMBOK BARAT,LINTASNTB. Menyoal pada kondisi cuaca yang masih labil dan flutuaktif, menyisakan sejumlah harga pangan dibeberapa pasar wilayah Lombok Barat mengalami kenaikan. Dari pantauan media ini, hampir diseluruh pasar tradisional yang ada, terjadi lonjakan harga, terutama harga cabe merah menaik  signifikan. Sedangkan harga beras juga ikut menaik.

Kepala Bidang Perdagangan syharudin ST yang dikonfirmasi mengklaim, untuk ketersediaan pangan beras, sampai hari ini masih tergolong aman, sehingga belum ada yang mengalami kenaikan, hal ini menurutnya, akibat pihak Disperindag Lobar kerap berkoordinasi dengan pihak Bulog. Meski ada kenaikan harga dibeberapa tempat akibat cuaca jelek, sehingga bisa saja memicu batas kesulitan dari tingkat distributor. Namun kendati demikian, semasi tidak melampaui dari 10 persennya itu, masih tergolong aman.

“Jika kenaikan masih belum lampaui 10 persen, itu artinya masih tergolong aman, kan tolak ukurnya kami seperti itu,” katanya.

Ada estimasi kita, karena jika melampaui 10 persen, tentu pihaknya akan memikirkan hal itu, artinya antisipasi kita harus jelas, namun karena masih dibawah 10 persen itu, masih kategori aman.

Sementara diduga kondisi cuaca saat ini, menjadi pemicu harga beras juga mengalami kenaikan, namun menurutnya hal ini untuk masyarakat masih aman, tetapi, kenaikan ini juga sangat dirasa berdampak pada pedagang kaya restoran, hal itu pihaknya akan melihat sejauhmana perkembangannya, kalau memang secara signifikan mempengaruhi.

Terkait harga cabe yang tergolong sangat melonjak signifikan, itukan dari faktor alam, biasanya kalau musim hujan biasanya akan mengalami harga yang rentan murah, berbeda sebaliknya dengan musim panas tentu dirasa sudah mulai berkurang, dan itu menjadi obyek yang bisa dimainkan oleh tengkulak, banyak hal yang memicu dengan keadaan sekarang ini. 

“Contoh pedagang yang memang biasa mengambil dagangannya dipasar induk misalnya, nah untuk menjualnya ke pasar lain itu pasti akan dinaikan harganya, karena menyangkut soal transportasi,” ujar dia. 

Namun lagi lagi jika masih dibawah 10 persen pihaknya tidak terlalu panik. Modelnya kita inikan pasar bebas, jadi kalau kondisi stoknya sedikit dan permintaannya banyak, itu wajib hukumnya akan naek. 

“Hukum dagang itukan begitu katanya,” imbuhnya. 

Meskipun bahan bahan sembako lainnya mengalami kenaikan, bukan berarti kita lepas begitu saja, namun pantauannya kita tidak terlalu dengan masalah bahan pokok lain. 

“Meskipun harga cabai naik, namun yang menjadi fokus kita adalah menyangkut bahan pokok beras, jadi perhatian utama. Karena soal cabai menyangkut faktor alam,” urainya.

Mengenai kenaikan itukan tidak harus membuat kami diam, mengantisipasi hal tersebut tentu dengan melakukan operasi pasar, hanya saja jika kenaikan melonjak tinggi dan signifikan akan kita laksanakan. 

Soal beras pihaknya akan bergandengan dengan Bulog dan bersama pihak Distributor. Biasanya soal beras menjadi riskan dimainkan, beras ini kerap menjadi temuan  karena beras  masalahnya menjadi  kebutuhan vital dan itu kerap dimainkan, tutupnya. (Wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *