Disperkim, Gandeng Developer Bantu Peruntukan Rumah Kumuh

Share and Enjoy !

Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Lombok Barat H. Lalu Winengan
LOMBOK BARAT,LINTASNTB. Inisiasi mengentaskan kemiskinan, Pemerintah Daerah Lombok Barat melalui Dinas Perumahan dan Permukiman gandeng pihak Developer untuk membantu peruntukan Rumah Kumuh. Sekitar delapan ribu lebih kepemilikan jumlah rumah kumuh yang masih belum dientaskan, pihak Developer berkomitmen siap membantu mengurangi angka kemiskinan tersebut.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman H.L Winengan mengatakan, terhadap  komitmen teman teman Developer dalam menentukan arah  prospeknya, yakni membantu Pemerintah Daerah untuk memberikan bantuan rumah kumuh tidak sekedar rencana saja, akan tetapi sebagai bentuk peduli dan Support  kesiapaneman Developer, semuanya sudah bersepakat, sudah mantap dan siap  membantu.

“Sekarang teman teman Developer kita ajak bertemu untuk rapat membahas tentang rumah kumuh ini,” ujarnya. 

Terkait seperti apa model bantuan nanti, apakah akan berupa CSR dari developer itu sendiri atau dengan langsung developer sendiri yang menunjuk masyarakatnya, pastinya belum bisa disimpulkan. Bisa saja Developer sendiri menyasar, untuk survei sasaran bantuannya nanti, tinggal mereka konfirmasi ke kita, selanjutnya nanti Dinas Perumahan dan Permukiman sendiri yang menjadi tim analisisnya.

“Contohnya, seperti yang dilakukan oleh Basarnas, karena mereka sendiri yang bangun rumah kumuh itu, namun tetap kita yang menjadi tim analisisnya secara tekhnis,” terang Sekretaris NU ini.

Jumlah besaran bantuan ini belum di vikskan, namun akan dilihat kekuatan CSRnya saja dan akan diprioritaskan sesuai dengan  jumlah rumah kumuh yang akan diperuntukan ke masyarakat.

“Nanti kita akan analisa supaya tidak terjadi kecemburuan dan kita akan mengukur berapa yang harus dibantu, apakah ini mau rehab total atau rehab sedang,” tuturnya.

Satu yang harus disyukuri bahwa bantuan dari pembangunan rumah itu adalah nilainya sekitar 15 juta per unit. Cukup dengan 15 juta satu unit dengan ukuran ada yang 6,5 ada yang 6,9. Jadi nilai gotong royong nya yang besar.

“Apapun itu kami tetap apresiasi dan bersyukur dengan niat baik Developer ini. Semangat mereka untuk membantu pemerintah terutama membantu masyarakat miskin ini sesuatu yang luar biasa,” papar pria berkepala plontos ini.

Melirik dari kemampuan anggaran APBD Lobar hanya bisa menggenjot 385 juta pertahun. Menurutnya, dengan angka itu hanya bisa menyelesaikan puluhan rumah saja. 

“Program rumah kumuh ini juga salah satu program prioritas pemerintah yang ampuh dalam mengentaskan kemiskinan ,” ucapnya.

Di Lobar ini kata Winengan, ada sekitar Delapan ribu lebih rumah kumuh yang masih belum disentuh. Untuk itu, pihaknya bekerjasama dengan pihak Developer dalam membantu mengurangi perihal ini, pungkasnya. (Wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *