DPRD Semarang Belajar Metrologi ke Lotim

Share and Enjoy !

Penyambutan kedatangan anggota DPRD semarang ke Lotim
LOMBOK TIMUR,LINTASNTB. Komisi B DPRD Kota Semarang belajar kemetrologian ke Lotim dalam rangka menambah wawasan, masukan, dan referesi terkai riset potensi daerah pada Kamis (01/03) di Selong, bertempat di kantor Bupati Lombok Timur. 

Kunjungan Komisi B DPRD Kota Semarang dipimpin oleh Wakill Ketua Dprd Kota Semarang, Danur Risprianto. Iktikad baik itu kemudian disambut baik oleh PJS Bupati Lotim, Ahsanul Khalik.
Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Danur Risprianto, menyampaikan bahwa tujuannya berkunjung ke Lotim adalah untuk belajar dan bertukar pikiran mengenai tera ulang dan kajian yang akan menjadi acuan DPRD Kota Semarang untuk menambah PAD. Apalagi dengan jumlah penduduk kota semarang yang terbilang cukup tinggi, yaitu sebanyak 1,7 juta jiwa.

Sementara itu, Lotim yang diwakili oleh Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesra Setda Kabupaten Lombok timur. H. Sahabuddin. Dalam sambutannya ia menyampaikan bahwa berdasarkan penilaian terhadap Unit Metrologi Legal oleh dinas perindustrian dan perdagangan, Lombok Timur dinyatakan berhak dan mampu melaksanakan kegiatan tera ulang alat ukur takar timbang dan perlengkapannya (UTTP). Hal ini ditunjukkan dengan diterbitkannya surat keterangan kemampuan pelayannan tera dan tera ulang alat UTTP. 

Selain itu, Sahabuddin juga menyampaikan, bidang administrasi pemerintahan Kabupaten Lombok Timur, dimana Lotim memiliki 20 kecamatan, dan 254 desa. Dalam kebijakan umum APBD tahun 2018, perincian pembangunan daerah akan diarahkan untuk lebih memperkuat prioritas daerah seperti pendidikan, kesehatan, infastruktur dasar, peningkatan SDM, serta kebijakan lain pada sektor produktif. Lombok Timur juga merupkan salah satu kabupaten atau kota yang ada di Provinsi NTB dengan jumlah penduduk terbesar, yaitu 1,3 juta jiwa.

“Salah satu sumber pembiayaan pembangunan adalah pendapatan asli daerah (PAD). PAD tahun2018 ditargetkan lebih dari 295 milyar dengan berupaya menggali PAD melalui sektor kemetrologian.” Lanjut Sahabuddin.

Ia juga menambahkan bahwa ke depan Lotim akan lebih meningkatkan potensi PAD dari kemetrologian. Baik dari segi peralatan maupun dari sumber daya manusianya. (uki)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *