Sejumlah Perangkat DD BelumTuntas, Picu Lambanya Pencairan

Share and Enjoy !

LOMBOK BARAT,LINTASNTB. Banyaknya perangkat sistem yang belum terselesaikan oleh kalangan pemerintah desa, berimbas pada mollornya penanganan pencairan Dana Desa di wilayah kerja Lombok Barat. Persyaratan pencairan tersebut diklaim terkendala belum tuntasnya SPJ DD tahun 2017, dan masih terkendala soal laporan pertanggungjawaban serta APBDes tahun 2018.

Seperti di desa Kediri Selatan misalnya, sejauh ini belum merampungkan beberapa  persyaratan. Pihak desa belum merampungkan SPJ tahun 2017 dan laporan pertanggung jawaban,  sedangkan APB-des tahun 2018 sudah rampung.

”Belum kami serahkan karena belum selesai, kemungkinan pekan ini bisa diserahkan ke dinas,”aku Kades Kediri Selatan H Abdullah kemarin. 

Diakuinya, memang realisasi DD sedikit terlambat disebabkan keterlambatan disejumlah desa masih banyak yang belum tuntas  menyelesaikan persyaratan, termasuk desa kita belum rampung dilaksanakan. 

“Artinya keterlambatan disejumlah desa yang ada, menjadi penghambat proses pencairan DD sekarang,” ucapnya.

Selain itu kata dia, penyusunan RAB juga menjadi kendala, sebab pendamping bukan ahli, sehingga pihaknya sedikit mengalami kesulitan konsultasi. Namun sekarang sudah ada pengganti pendamping baru yang lebih aktif dan lebih berkompeten. Disamping itu, pihak desa sedikit kesulitan melaksanakan siskeudes. Awalnya diarahkan menggunakan manual dulu untuk mengejar realisasi awal tahun, namun berubah menggunakan siskeudes.

Menurutnya, pada pagu anggaran DD diperoleh januari, seharusnya pagu ini diperoleh akhir tahun lalu, sebab jika menggunakan pagu lama tidak sesuai dengan usulan tahun ini, sehingga berimbas pada terjadinya perubahan. Idealnya pagu seharusnya masuk akhir tahun ke desa. Namun diakui, pagu DD ini jauh lebih awal dibandingkan tahun lalu yang masuk bulan maret. 

“SDM di desa untuk Siskeudes ini juga menjadi kendala kami,” akunya. 

Pemda jelasnya perlu memberikan bimbingan teknis seluruh perangkat desa secara menyeluruh agar tidak menjadi kendala kepada semua desa, tandasnya. 

Sementara itu kabid Pemdes pada Dinas PMD Kesuma Supake menyatakan, sejauh ini baru 20 desa yang sudah menuntaskan persyaratan DD. 20 desa ini pun direkomendaiskan untuk dicairkan DD ke rekening masing-masing. Pihaknya masih menunggu desa lain menyerahkan persyaratan seperti laporan realisasi, SPJ dan APBdes untuk diajukan ke DPKKAD untuk syarat didropkan DD. 

“Sejauh ini baru 20 desa yang sudah menyerahkan, itu lagi kami proses untuk usulkan dropkan (pencarian) DD ke DPPKAD,”tukasnya.  

Terkait kapan pencairan? Dipastikan pekan ini bisa cair sebab saat ini tengah dalam proses, urainya.

Terkait kritikan kades yang menilai pemda lelet merealisasikan DD, menurut Supake tidak sepenuhnya demikian. Sebab sejauh ini pihaknya sendiri targantung dari kesiapan desa untuk melengkapi persyaratan pencairan DD. Jika desa cepat menyelesaikannya, maka pencairan bisa bisa lebih cepat. Dengan syarat ini, DD bisa secepatnya diarahkan ke rekening desa, tutupnya. (Wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *