Sekolah di Lotim Lestarikan Adat Lewat Pakaian Adat

Share and Enjoy !

Kepala bidang pendidikan dasar (Disdik) Dikbud Lotim, Muhir.
LOMBOK TIMUR,LINTASNTB. Mulai Sabtu, (03/03) kemarin, sekolah SD dan SMP sederajat di Lombok Timur diminta menggunakan pakaian adat satu kali dalam seminggu. Hal ini dimaksudkan sebagai bagian dari cara untuk melestaikan adat-istiadat masyarakat Lombok Timur. Hal ini berdasarkan pada UU No. 5 tahun 2017 tentang pokok-pokok pemajuan kebudayaan di Indonesia dan UU ini selaras dengan UU No. 20 tahun 2013.

Kepala bidang pendidikan dasar (Dikdas) Dikbud Lotim, Muhir, juga menuturkan bahwa penerapan penggunakan pakaian adat juga didasari atas peraturan daerah kabupaten Lombok Timur yang memberlakukan lima hari kerja. Dalam penerapan lima hari kerja itu tidak di atur tentang penggunaan pakaian pada hari Sabtu, sehingga atas dasar itu, sekolah diminta menggunakan pakain adat paa hari itu.

“Penggunaan baju adat ini dalam rangka melestarikan tradisi Sasak di Lombok Timur. Pendidikan adalah lahan yang bagus untuk menumbuhkan karakter kelokalan kita yang tindih, tata tapsila. Kalaupun ada yang protes, itu adalah hal yang lumrah,” lanjut Muhir.

Sementara itu, penerapan penggunaan pakaian adat ini masih dalam tahap uji coba. Namun akan tetap dievaluasi pelaksanaannya meski di lapangan ada yang mendukung program penggunaan pakaian adat ini dan ada yang kontra.

Kepala Sekolah SMP N 2 Keruak, Muhammad Shaiful Akbar, menuturkan bahwa pihaknya belum bisa menerapakan penggunaan Pakain Adat Sasak di sekolahnya. Pasalnya hal itu sangat memberatkan bagi siswa dan orang tua. Ia juga menerangkan bahwa sekolahnya belum bisa membatu menncukupi pemenuhan dana untuk membeli Pakaian Adat Sasak untuk siswa-siswinya.

“Pakaiannya belum bisa kami beli. Belum bajunya, kain, sapuk, bebet dll. Jadi kami kesulitan dana.” Tambanya.

Namun nanti apabila dalam implementasinya ditetapkan untuk diwajibkan, maka mau tidak mau sekolah SMP N 2 Keruak akan menerapkannya, karena sudah ada aturan yang mengaturnya. Lanjut Muhammad Shaiful Akbar. (Uki)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *