GP Ansor NTB minta penegak hukum bertindak tegas

Share and Enjoy !

MATARAM,LINTASNTB. Polemik merger PD BPR NTB menjadi PT BPR terus memasuki babak baru. Pengakuan para tersangka adanya aliran dana ke pihak eksektif dan legislatif tentunya mengagetkan banyak pihak. Lebih lebih nama sekda NTB Rosiadi Sayuti masuk dalam pusaran kasus ini. Hal ini sontak membuat publik terkejut dan menyayangkan jika hal itu smpai terjadi.
Terkait dengan hal tersebut Ketua GP Ansor NTB, H. Zamroni meminta agar pihak penegak hukum untuk segera mengusut tuntas adanya indikasi suap ini agar permasalahan ini tidak berlarut2. ” pada dasarnya kita harus mengedepankan asas praduga tidak bersalah, untuk itu kami meminta baik pihak kepolisian dan kejaksaan segera mengusut pengakuan para tersangka itu agar hal ini menjadi jelas” dan tidak merugikan banyak pihak baik itu di eksekutif maupun legislatif.
Lebih lanjut Zamroni menegaskan bahwa hal ini juga dimaksudkan agar nama baik para pihak yang disebutkan para tersangka itu  pulih bilamana memang pengakuan itu tidak benar. Jangan karena sesuatu kekecewaan kemudian membuat fitnah dan hoax yang meresahkan masyarakat. Kami ini sedang memerangi hoax, jadi kami sangat berharap pihak kejaksaan khususnya segera mengusut dugaan tersebut sehingga jelas mana hitam mana putihnya.
Selain itu Zamroni juga berpesan agar semua pihak mampu menahan diri, lebih lebih saat ini NTB sedang berada pada tahun politik yang sangat berpotensi menimbulkan gesekan yang mengancam kondusifitas daerah. Jangan isu isu seperti ini dibiarkan tanpa ditindaklanjuti karena akan menjadi komoditas politik para elit. 
Penyataan ini kami keluarkan sebagai bagian dari komitnen GP Ansor menjadi garda terdepan mengawal kondusifitas di NTB, nah untuk itu pada bulan maret ini kami akan mengadakan Kirab Satu Negeri di NTB yang akan dihadiri oleh ribuan BANSER seNTB dan Indonesia dan akan dipusatkan di Kota Mataram dan Bagu. pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *