SDN 2 Jagaraga Laksanakan Kurikulum 2013

Share and Enjoy !

LOMBOK BART,LINTASNTB. Aspek pelaksanaan kurikulum 2013, sebenarnya tidak terlalu jauh dengan prosed pelaksanaan KTSP. Namun secara teknis, pada prinsipnya pelaksanaan kurikulum ini banyak yang harus dievaluasi dan persiapan mapan, terutama bagi sekolah yang baru menerpakan kurikulum 2013 ini.

Kepala SDN 2 Jagaraga Jainuddin SPd mengatakan, sebagai sekolah yang sudah ditunjuk untuk menjalankan kurikulum 2013, pihaknya tengah mengevaluasi tentang tatacara teknis pelaksanaan K 13 tersebut, karena menurutnya, program K13 ini merupakan barang baru yang tentu saja banyak yang dipelajari tentang semua aitem didalamnya.

Dalam penerpan kurikulum 2013 ini,  pihaknya memenuhi SDM guru, dengan melakukan kemantapan kemampuan guru yaitu dengan mendukung pembinaan dan  pelatihan di beberapa tempat yang diselenggarakan oleh LPMP. Selain itu mengarahkan guru untuk termotivasi dalam ikut pelatihan teknis penerpan dalam menguasai metode pembelajaran untuk melaksanakan kurikulum 2013.

“Kami sudah pernah utus beberapa guru dari SDN 2 jagaraga, untuk memenuhi kompetensi mereka. Bahkan guru kami telah mengikuti sosialisasi serta diklat mengenai kurikulum 2013,” ungkapnya.

Dalam pelaksanaan implementasi kurikulum 2013 tersebut, membahas kegitan yang meliputi antara lain, mengenai masalah teknis penilaian kurikulum 2013, kegiatan literasi siswa disekolah, kegiatan ekstrakurikuler, persiapan perangkat pembelajaran untuk realticin, pada on I dan on service II.

“Ini yang menjadi prospek SDN 2 Jagaraga, segalanya akan dipersiapkan, terangnya.

Untuk sekolahnya akan diberlakukan khusus kelas l dan kelas lV dalam memberlakukan materi kurikulum2013. Disisi lain pengembangan pendidikan sekolahnya, baik itu proses belajar mengajar yang dilakukan kepala sekolah beserta para guru, kerap mengaplikasikan edukasi metode pembelajaran.

“Kami ingin, minat dan bakat anak didik terus dibenahi, terutama pada aitem kegiatan ekstra krikuler, terlebih pada siswa kelas l dan kelas lV,” akunya.

Menurutnya dalam pelaksanaan ekstra kurikuler (Ekskul), pihaknya ingin membangun kecerdasan anak dalam pramuka. Namun untuk mengimplementasikan kurikulum ini, itu tidak terlalu dominan untuk dilaksanakan.

”Tetapi untuk melatih kemandirian anak-anak, kami lebih cenderung untuk membuka kegiatan pramuka,” ujarnya.

Dia menerangkan, pramuka sebenarnya hanya menjadi salah satu bagian dari upaya pembentukan karakter anak didik dalam rangka menumbuhkan jiwa nasionalisme, mencintai tanah air dan mencintai daerah.
Sehingga, kata dia, pihaknya juga sudah berkomitmen untuk melaksanakan kegiatan yang merupakan ekstrakurikuler yang juga akan membantu dalam membentuk karakter anak didik.

“Tidak hanya pramuka, termasuk perlombaan seni dan olahraga juga pastinya, dengan maksud untuk memberi kegiatan kepada anak didik yang lebih bermanfaat,” ucapnya.

Terkait dengan persediaan buku lanjut dia, pihaknya telah memesan dari pihak rekanan selaku pendistribusi yang dianggarkan dari dana BOS sebanyak 20 persen dalam setahun.

“Kami sudah memesan, tinggal menunggu kapan datangnya saja. Baik itu Buku Matematika, Bahasa Indonesia, IPA dan lainnya,” terangnya, pungkasnya. (Wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *