25 Pasangan Mesum Terjaring Razia, Pelaku Rata – Rata Pelajar dan Mahasiswa

Share and Enjoy !

MATARAM,LINTASNTB. Tim gabungan yang terdiri dari Kepolisian,  TNI,  Pol PP,  dan Dinas Sosial kembali menggelar razia di sejumlah hotel melati pada sabtu (24/3/2018). Alhasil sebanyak  25 pasangan diduga mesum berhasil diamankan. Mereka kedapatan tengah mengamar tanpa bisa menunjukkan surat sah yang membuktikan mereka pasangan suami sitri.
Kepala Bagian Oprasional (Kabag Ops) Polres Mataram Kompol Taufik 
menjelaskan, razia tersebut di lakukan menjelang bulan Ramdhan dan Pilkada NTB. Operasi pun berlangsung terhadap tiga hotel yang berlokasi di Mataram, sasarannya adalah pasangan laki-laki dan perempuan yang bukan suami istri.
Setelah petugas menyambangi beberapa hotel berkelas melati tersebut dengan cara membuka pintu demi pintu kamar secara paksa, terdapat beberapa pasangan yang rata rata pelajar dan mahasiswa yang di Mataram. 
“Sebagian besar pasangan masih berstatus pelajar dan mahasiswa,” ujar Taufik, Rabu (24/3/2018).
Ia mengungkapkan, sebanyak 25 pasangan yang tidak bisa memberikan kartu identitas harus digelandang ke Mapolres Mataram untuk dilakukan pemeriksaan dan pendataan. Pasangan tersebut terduga mesum lantaran ketika disatroni petugas tidak sedang mengenakan pakaiaannya atau bertelanjang dada. 
“Kalau mereka (pasangan mesum) ini tidak bisa menunjukan buku nikah resmi maka akan bawa ke kantor untuk dilakukan pembinaan lebih lanjut, dan untuk yang berstatus pelajar mauoun mahasiswa kita panggil dan kembalikan ke keluarganya untuk di bina”, tegasnya. 
Setelah digelandang ke Mapolres Mataram menggunakan armada yang sudah dikerahkan, para pasangan tersebut akan didata sekaligus diberi pembinaan serta diminta untuk wajib lapor dua kali dalam seminggu. 
“Kita memberikan peringatan keras kepada pasangan yang tertangkap basah tersebut untuk tidak berbuat mesum di Kota Mataram, apalagi menjelang bulan ramadhan dan pilkada serenta”,  jelas pria yang akrab di panggil taufik. 
Ia  menegaskan, pasangan yang terjaring operasi ini harus bisa memperbaiki kebiasaan buruknya dan segera bertaubat. Jika tidak, pihaknya akan memperlakukannya lebih tegas lagi.
Lebih lanjut Taufik menjelaskan kepada awak media,  bahwa operasi pekat akan dilaksanakan secara rutin terhadap hotel melati dan kos –  kosan yang di duga sebagai tempat maksiat.  
 “Nantinya kegiatan seperti ini akan terus dilakukan untuk menciptakan kondisi yang kondusif dan menekan angka kriminalitas serta penyakit masyarakat,” papar Taufik.(An)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *