Gawat! Bawa Sajam Hendak Tawuran Belasan Anak SD Diamankan

Share and Enjoy !

PURWAKARTA,LINTASNTB. Guru dan orangtua harus ekstra ketat mengawasi anak-anaknya. Tak peduli mereka yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Seperti yang terjadi di SD Sindang Kasih, Purwakarta, Jawa Barat belasan anak rata-rata kelas 6 sudah terlibat tawuran.
Jumat (20/4/2018) kemarin seperti dilaporkan Babinsa Sindang Kasih, Pelda Herry Z, pihaknya mengaku kaget melihat anak-anak dengan tingkah aneh. Usut punya usut, ternyata mereka berencana menggeruduk pelajar lain.
Akhirnya Pelda Herry bersama jajaran Polsek Kota Purwakarta dan warga Kampung Baranang Kecamatan Sindangkasih, Purwakarta berusaha mengamankan sebanyak 15 anak SD tersebut, apalagi diketahui mereka membawa senjata tajam berbagai jenis.
“Warga dan aparat menyita barang bukti berupa empat buah parang, satu buah gear motor pake tali gesper, lima buah cerulit rakitan, dua buah jenia golok, dua buah sabuk gesper, dua buah besi tumpul. Ini mengerikan sekali,” kata sumber duta.co di Polsek Kota Purwokerto, Sabtu (21/4/2018).
Akhirnya belasan pelajar harus diamankan, mereka adalah Sandi (Kelas 6 SD), Ramdan Maulan (kelas 5 SDN 1 Sindangkasih), Bayu Asih (Kelas 1 SD 2 kertajaya ), Muhamaf Farhan (kelas 6 SDN 1 Sindangkasih), Nata Prasetya (Kelas 6 SDN 1 Sindangkasih), Muhamad (kelas 6 SDN 1 Sindangkasih), Rafi Kelas (kelas 6 SDN 1 sindangkasih), Taufik rahman (kelas 6 SDN 1 sindangkasih), Sandi Maulana, Alamat Kp. Bongas Sindangkasih (kelas 5 SDN 1 Sinkas), Muhamad Revansa (Kelas 6 SDN 1 Sindangkasih), Galang Andeas Lubus (kelas 6 SDN 1 Sindangkasih), Rafi hadiar ahmad Musafa (Kelas 6 SDN Sindangkasih), Tubagus paisan ( SDN 1 Sindangkasih), Bagus Bayu perdiansah (kelas 6 SDN 1 Sindangkasih), Fuad Parudya Julkifli (kelas 6 SDN 1 Nagrikidul).
Alasan keamanan dan kondusifitas lebih lanjut, maka, kelompok yang akan diserang harus ditutupi, agar tidak ada dendam diantara mereka. Setelah diamankan berikut sejumlah sajam, polisi memanggil masing-masing orang tua siswa, memanggil Kepala Sekolah, memanggil pihak UPTD Pendidikan, Memanggil dari Desa (Ketua RW). Kemudian dilaksanakan pengarahan/himbauan terhadap orang tua Siswa oleh Kapolsek,  Babinsa, Kepsek,  Dinas UPTD,  RW. Dilaksanakan pembinaan terhadap siswa dan dikembalikan kepada pihak sekolah dan orang tua. (JNN/An)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *