Penderita Gizi Buruk Di Lombok Utara Meningkat Tajam, Ini Datanya.

Share and Enjoy !

LOMBOK UTARA, LINTASNTB. Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Utara dalam rapat survey di Aula Kantor Camat Pemenang membeberkan sejumlah data terkait kondisi perkembangan status gizi balita di sejumlah desa di Lombok Utara.  (23/5).
Hadir sebagai narasumber dalam acara tersebut Kepala Seksi gizi dinas kesehatan propinsi NTB  Lalu Hartawan,S.Sos,S.KM dan Kasi Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Utara Ayunah,A.Md serta Camat Pemenang Muh.Faisal. 
Dalam penyampaian data kondisi Gizi Balita oleh kasi gizi dinas Kesehatan Kab. Lombok Utara Ayunah,A.Md membeberkan penemuan Balita BGM (Bawah Garis Merah) se Kabupaten Lombok Utara untuk bulan Februari s/d April 2018. 
“Untuk awal februari 2018 tercatat ada 664 balita BGM dan sampai akhir Februrai 2018 bertambah 235 balita BGM sehingga sampai akhir februari 2018 ada 897 BGM. Untuk awal bulan maret 2018 ada 897 BGM dan sampai akhir maret 2018 berjumlah 1042 BGM bertambah 145 BGM di bulan maret 2018. Awal bulan april 2018 ada 774 BGM berkurang dari bulan maret 2018 tetapi akhir april 2018 berjumlah 997 BGM ini artinya ada bertambah balita BGM sebanyak 416”, Jelas Ayunan. 
Sedangkan perkembangan status gizi di kabupaten Lombok Utara selama bulan februari s.d april 2018 untuk bulan februari 2018 terdapat ada 662 balita yang masih BGM sedangkan yang sudah membaik sebanyak 226 balita yang meinggal/pindah sebanyak 4 balita. 
Untuk bulan Maret 2018 balita yang masih BGM sebanyak 646 balita dan yang membaik ada 379 balita dan yang meninggal/pindah  sebanyak 18 balita. Untuk bulan April 2018 jumlah balita yang masih BGM sebanyak 563 BGM yang membaik sebanyak 346 balita dan meninggal /pindah sebanyak 14 balita.
Terkait masalah gizi buruk dan gizi kurang (kurus) di kabupaten Lombok Utara untuk bulan februari 2018 tercatat ada 19 balita gizi buruk dan 212 gizi kurang. Untuk bulan Maret 2018 ada 22 balita mengalami gizi buruk dan 187 balita mengalami gizi kurang (kurus) dan untuk bulan april 2018 meningkat tajam balita yang mengalami gizi buruk yaitu sebanyak 88 balita dan gizi kurang (kurus) sebanyak 157 balita.
Terkait pelayanan kesehatan yang dilaksanakan oleh petugas kesehatan Ayunah,A.Md menyampaikan data hasil evaluasi Balita Kurus Tahun 2017 yang tidak di laporkan. 
“Data hasil evaluasinya bahwa  Balita Kurus mendapat PMT selama tahun 2017 sampai saat ini tidak ada yang melapor ke dinas kesehatan kabupaten Lombok Utara”,ungkapnya.
Disamping itu juga pemberian MPASI pada anak 6-24 bulan mulai tahun 2017 sampai saat ini dinas kesehatan Kabupaten Lombok Utara tidak pernh menerima laporan dari seluruh kecamatan.
“Kelalaian dan tidak ada laporan yang dikirim ke dinas kesehatan dari petugas kesehatan dalam memberikan laporan penanganan kasus gizi buruk seperti tahun 2017 ada 10 kasus gizi buruk yang ada di kabupaten Lombok Utara tetapi laporan audit yang di kirim ke dinas kesehatan Kab.Lombok Utara hanya 7 kasus saja, sedangkan 3 kasus tidak di laporkan terutama dari kecamatan bayan 2 kasus tidak dilaporkan dan dari kecamatan santong 1 kasus tidak dilaporkan”,papar Ayunan kepada awak media. 
Untuk tahun 2018 kasus gizi buruk di Lombok Utara.  Tahun 2018 setidaknya ada 24 kasus gizi buruk namun yang di laporkan hanya 6 kasus. 
“Tahun 2018 ada 24 kasus gizi buruk namun laporan audit yang di kirim ke dinas kesehatan kabupaten Lombok Utara hanya 6 kasus sisanya 18 kasus belum dilaporkan terutama dari kecamatan Senaru sebanyak 10 kasus, dari kecamatan bayan 1 kasus, kecamatan santong 4 kasus, kecamatan gangga 1 kasus, kecamatan tanjung 1 kasus dan kecamatan pemenang 1 kasus. MENGAPA SEMUA INI TERJADI?”,jelas Ayunan sambil menampilkan slide. 
Dari deretan kasus diatas menjadi catatan penting bagi pemerintah kabupaten Lombok Utara untuk membenahi pelayanan kesehatannya kepada masyarakat dimana BALITA adalah masa emas yang perlu mendapat perhatian. ( MJonggat )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *