Lobar Minta Provinsi Update Data

Share and Enjoy !

LOMBOK BARAT,LINTASNTB. Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) terus melakukan verifikasi rumah-rumah yang rusak diakibatkan oleh gempa 7,0 Skala Richter,  Ahad 5 Agustus lalu. 
Pasca berakhirnya masa Tanggap Darurat, Lobar telah melampaui data rumah terverifikasi dan tervalidasi. Semula, pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberi target per 25 Agustus Lobar mampu menyelesaikan data riil 2000 rumah untuk segera diserahkan ke mereka. 
Sampai pukul 20.00 WITA kemarin (27/8), Lobar telah memverifikasi 12.196 unit rumah dengan rincian rusak ringan sebanyak  6.129 unit, rusak sedang sebanyak 3.064 unit, dan 3.003 unit untuk yang rusak berat. 
“Sekitar 6 ribu lebih sudah saya sk-kan,” terang Bupati Lobar H. Fauzan Khalid.
Ia juga meminta provinsi segera memperbaharui data komulatifnya, termasuk dengan data tambahan dari Lobar. 
“Karena yang mengajukan data ke pihak Pemerintah Pusat adalah Tim Provinsi, saya minta mereka pun bisa meng-update data dan memasukkan data yang kita berikan dengan cepat,” ujar Fauzan sambil menunjukkan data terakhir yang dirilis Tim Provinsi di mana data Lobar baru ratusan rumah yang dimasukkan.
Pihaknya, aku Fauzan, sangat berhati-hati dalam memverifikasi.
“Data yang diberikan oleh verifikator seterusnya divalidasi oleh Tim Kabupaten,” tambah Fauzan. 
Tim yang dimaksud oleh Fauzan berasal dari Aparatur Sipil Negara lingkup Pemkab Lobar yang ditugaskan di Dinas PU-PR dan Dinas Rumkim. Jumlah mereka lebih dari dua puluh orang yang bertugas untuk memvalidasi hasil verifikasi dan kemudian meng-entry dalam data base. 
Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas PU-PR Lobar, I Made Arthadana membutuhkan validasi data tersebut karena dari 314 tenaga verifikator yang diperbantukan oleh Pemerintah Provinsi, hanya 147 orang yang memenuhi kualifikasi. 
Mengingat target yang diminta BNPB, Made Arthada pun sempat meminta tambahan waktu. 
Ditemui beberapa waktu sebelumnya, Made memastikan seluruh rumah yang rusak bisa diverifikasi denfan tambahan durasi waktu sampai dengan tanggal 2 September. 
“Untuk validasinya bisa didapatkan sampai tanggal 10 September,” ujar Made.
Hal tersebut, oleh Made dan Fauzan, dilakukan untuk memastikan kesesuaian data dengan fakta. 
“Kita harus melakukan pendataan dan pengusulan perbaikan rumah dengan sebaik-baiknya dan secermat-cermatnya. Jangan sampai menimbulkan masalah di kemudian hari,” pungkas Fauzan. 
Di Lobar sendiri,  kerusakan rumah akibat gempa mencapai 57.615 rumah meliputi 23.008 unit rumah rusak berat, 14.820 unit rusak sedang, dan 19.787 unit rusak ringan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *