Spesialis Mafia Rent Car Pemalsu STNK Diringkus Polda NTB

Share and Enjoy !

Konfrensi pers di mapolda NTB
MATARAM,LINTASNTB. Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) membongkar sindikat jaringan tindak pidana pemalsuan STNK. Sindikat jaringan ini menjalankan aksinya hampir selama dua tahun di wilayah NTB.
“Mereka menjalankan aksinya hamoir selama dua tahun di wilayah NTB”, ungkap AKBP Herman Suriyono,SIK.,MH, Kasubdit III Jatanras Reskrimum Polda NTB kepada awak media saat konferensi persnya (04/10).
Tiga orang pelaku masing masing bernama Afria Bagus Ramdhoni Alias Doni sebagai pembuat STNK palsu, Lalu Dachman Alias Mamik dan Hadri Alias Andre sebagai pemesan STNK palsu di amankan oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda NTB.
Disamping ketiga pelaku ini, petugas  juga mengamankan barang bukti tindak kejahatan berupa 20 (dua puluh) kendaraan roda empat, laptop, stempel, printer, satu bandel STNK tanpa hologram, 6 lembar STNK Palsu, penggaris dan cutter.
Modusnya, tersangka Doni membuat STNK palsu sesuai dengan foto STNK asli yang di kirimkan oleh tersangka Mamik dan Andre, dimana dalam menerbitkan STNK palsu tersebut tersangka Doni akan mengambil hologram dari sampah bekas STNK yang sudah tidak di gunakan untuk kemudian di cetak dan di tempelkan hologram yang di dapat pada STNK bekas tersebut.
Pada STNK palsu yang di cetak oleh tersangka Doni, ia cetak sendiri dengan mengubah nomor polisi sesuai pesanan dari tersangka Mamik dan Andre. Tersangka Andre sendiri dibTahan oleh Polres Lombok Timur.
“Dari pengungkapan, tersangkat Doni perannya adalah sebagai pencetak surat surat kendaraan palsu yang mirip dengan aslinya. Sementara tersangka Mamik dan Andre setelah mendapatkan kendaraan langsung memesan surat surat kendaraan palsu”, jelas Kasubdit III Jatanras.
Untuk biaya penerbitan STNK palsu jenis mobil, tersangka Mamik dan Andre membayarkan biaya per satu STNK sebesar Ro.2.500.000, – ( Dua juta lima ratus ribu rupiah) dan untuk sepeda motor Rp.500.000, – (Lima ratus ribu rupiah).
Ketiga tersangka di jerat dengan pasal 263 ayat (1) dan ayat (2) KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama 6 tahun kurungan.(cand)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *