BNNP NTB Selenggarakan Bimtek Penggiat Anti Narkoba di Bidang P4GN

Share and Enjoy !

MATARAM,LINTASNTB. Badan Narkotika Nasional Provinsi NTB menggelar kegiatan
Bimbingan Teknis Penggiat Anti Narkoba di Bidang Pencegahan
dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba
(P4GN) di Hotel Lombok Astoria, Rabu (10/10).
Kegiatan bimtek ini melibatkan berbagai lapisan masyarakat seperti Komunitas Genre BKKBN, Kader Inti Pemuda Anti Narkoba Kemepora RI, Komunitas Jasa Bidang Pariwisata, Toga/Toma, Majlis Ulama Indonesia, Penerima Penghargaan  P4GN BNNP NTB, Pramuka, Komunitas Fotografer, Kepala Desa Nyiur Lembang dan Narmada.
Dalam sambutannya, PLH. Badan Narkotika Nasional Provinsi NTB, Tasripin AKs.MH membuka sekaligus menjadi Narasumber acara Bimbingan Teknis P4GN di Hotel Lombok Astoria selama dua hari (red.10-11/10).
Ia memaparkan bahwasannya masyarakat harus mengetahui permasalahan Narkoba yang ada di Indonesia saat ini, sehingga peserta diharapkan mampu menjalankan program P4GN di lingkungan masing-masing sehingga mampu membantu upaya pemerintah khususnya BNN dalam penanganan masalah Narkoba baik dari segi supply reduction maupun demand reduction.
Indonesia sendiri seperti di ketahui menjadi pangsa pasar peredaran narkoba karena letak geografisnya yang sangat setrategis. 
“Indonesia dalam darurat narkoba, permasalahannya yang darurat tapi sumberdaya dan anggarannya datar. Sarana dan prasaran juga sangat kurang”,jelasnya.
Adapun Materi Yang Disampaikan Dalam Kegiatan Tersebut
Diantaranya, Strategi Pemberdayaan Masyarakat Dalam P4GN,
Pengembangan Karakter Individu Sebagai Penggiat Anti Narkoba,
Pengenalan Aspek Hukum Dalam Program P4GN, Pengetahuan Dasar
Adiksi, Konseling Dan Rehabilitasi, Metode Pencegahan Dalam
Upaya P4GN. 
Kepala Bidang P2M atau Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP NTB, yang merupakan salah satu narasumber, AKBP Cheppy Ahmad Hidayat, S.Ag mengajak masyarakat untuk bersama sama mencegah peredaran gelap natkotika.
“Tujuan kegiatan tersebut adalah untuk mengajak seluruh
lapisan masyarakat, agar bisa mencegah peredaran
narkotika di wilayah NTB dan waspada terhadap
penyalahgunaannya”, ungkapnya.
Hal ini disebabkan karena tingkat peredaran narkoba di NTB tidak hanya di jantung kota tetapi sudah merambat ke desa-desa.
Ia juga menyampaikan harapannya kepada pemerintah
daerah dan seluruh lapisan masyarakat untuk terlibat langsung dalam pencegahan peredaran barang haram tersebut.
“Saya berharap kepada pemerintah agar paham bahwa ini adalah ancaman serius, dan agar kiranya pihak pemerintah daerah mengajak dan
mengarahkan seluruh lapisan masyarakat untuk terlibat langsung
dalam mencegah peredaran barang haram tersebut”,jelasnya.
(Amrin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *