AA Gym Hadiri Tabligh Akbar di Lombok

Share and Enjoy !

LOMBOK UTARA,LINTASNB. Tabliq Akbar yang di gelar di lapangan Tioq Tata Tunaq Tanjung, pada hari Jum’at 22 Oktober 2018 yang dimulai pukul 19.30 yang menghadirkan DAI Nasional Yan Gymnastiar atau lebih dikenal sebagai KH. Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym adalah seorang pendakwah, penyanyi, penulis buku, pengusaha dan pendiri Pondok Pesantren Daarut Tauhiid di Jalan Gegerkalong Girang, Bandung. Hadir juga dalam acara tersebut Bupati Lombok Utara Dr. Najmul Ahyar,SH,MH, Sekda KLU serta para pejabat lingkup Kabupaten Lombok Utara.
Kehadiran Aa Gym di Gumi Tioq Tata Tunaq Lombok Utara dalam rangka peresmian pembangunan rumah tangguh serta tabliq Akbar menyedot perhatian masyarakat Lombok Utara sehingga lapangan tanjung sejak magrib mulai dipadati oleh masyarakat Lombok Utara. Setelah gempa tidak terlalu sering terjadi, pemerintah kabupaten  Lombok Utara terus mengadakan kegiatan – kegiatan keagaaman terutama dalam membangun masyarakat Lombok Utara untuk tetap tabah dan tangguh setelah ditempa musibah gempa yang bertubi – tubi. Beberapa saat yang lalu juga pemerintah Daerah juga mendatangkan Dai sekaligus raja dangdut H.Rhoma Irama namun Tabliq Akbar yang diadakan di lapangan tanjung jauh lebih ramai dikarenakan diadakan dimalam hari dan tidak sepanas di siang hari cuacanya.
Bupati Lombok Utara Dr.Najmul Ahyar,SH,MH dalam sambutannya mengucapkan selamat Datang kepada A’Agm 
“ Selamat Datang di Kabupaten Lombok Utara dan kedatangnya A’agm merupakan salah satu hikmah dari gempa Lombok, kalau tidak ada gempa yang menimpa pulau Lombok mungkin A’agm tidak akan dating kesini “ Kata Najmul dalam sambutannya.
Dari awal ceramahnya A’agm sangat berisi dan begitu juga cara penyampaiannya selalu di selingi dengan humor – humor cerdas yang selalu bikin para jamaah merasa hangat dan suasana riuh gembira. Dalam ceramahnya A’agm mengajak merenungi musibah gempa Lombok dan Sulawesi.
“Musibah ini kita ibaratkan  seorang anak sekolah yang berikan soal oleh gurunya maka permasalahan sebenarnya terletak bukan pada soalnya tetapi pada jawabannya, kalau salah jawabannya maka salah seperti itu gempa masalahnya bukan terletak pada gempanya tetapi bagaimana cara kita menghadapi gempa ini, apakah gempa ini membuat kita semakin dekat kepada Allah atau tidak, Adapun rumah yang rusak harta yang hilang itu semua bukan milik kita, semua itu milik Allah, kapan pun Allah mau ambil, maka kita tidak boleh bersedih, kita ibarat tukang parkir yang dititipi mobil, motor kapanpun pemiliknya mau ambil itu bukanlah sebuah musibah “ Kata A’Agm.
Pada saat itu juga A’agm mengajak para jama’ah untuk membaca beberapa surat Al-Qur’an dan penggalangan dana bagi korban gempa Palu dan Donggala di propinsi Sulawesi Tengah. Dan terakhir di tutup dengan doa yang langsung di pimpin oleh A’agm dan pada saat pembacaan do’a banyak para jamaah menangis karena doa yang di bacakan A’agm sangat syahdu dan menyentuh hati.(msj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *