Program Salah Sasaran Menteri Kelautan, Bantuan Nelayan Berantakan

Share and Enjoy !

LOMBOK TENGAH,LINTASNTB. Pemerintah saat ini diminta untuk lebih bijaksana dalam mengeluarkan kebijakan yang berkaitan dengan pengeluaran anggaran. Dalam segala aspek, termasuk urusan pemberian bantuan. 
Menyoroti pemerintahan Jokowi-JK yang sudah genap 4 tahun, dirasa masih banyak kebijakan yang tak tepat sasaran. Bahkan terkesan berantakan. Demikan disampaikan oleh Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Taufan Rahmadi. 
Taufan menjelaskan, sejumlah program bantuan untuk nelayan dari Kementerian Kelautan selama ini kerap tidak tepat sasaran. 
“Contohnya bantuan kapal penangkap ikan yang diberikan kepada Nelayan di Lombok Tengah. Ternyata spesifikasinya tidak sesuai dengan kebutuhan para nelayan,” ujar Taufan Rahmadi dalam keterangannya, Minggu (21/10). 
Tak hanya itu, yang lebih miris lagi adalah pemerintah memberikan program bantuan yang tidak tepat sasaran. 
Contoh yang dimaksud Taufan ini adalah program pemberian kapal kepada nelayan tahun 2017 silam di wilayah Lombok Tengah yang nilainya mencapai miliaran rupiah. Dan saat ini kapal tersebut tak pernah digunakan nelayan. 
“Ditambah lagi bantuan kapal tersebut diberikan kepada orang yang profesinya bukan sebagai nelayan, sehingga kapal-kapal bantuan itupun mangkrak dan tidak pernah dipergunakan,” imbuhnya. 
Selain itu, pria di balik layar untuk brand wisata halal Lombok sehingga mendapat penghargaan The World Best Halal Tourism tersebut juga menyoroti dampak dari Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) No.56/Permen-KP/ 2016 tentang Larangan Penangkapan dan atau Pengeluaran Lobster, Kepiting, dan Rajungan dari Indonesia. 
“Peraturan ini sangat menyengsarakan nelayan, mereka berharap kelak peraturan menteri ini bisa dievaluasi yang disertai solusi kebijakan yang berpihak kepada kesejahteraan nelayan,” katanya. 
Menurutnya, pemberlakuan peraturan menteri ini harusnya disertai oleh solusi kebijakan yang bisa mengatasi berkurangnya pendapatan bagi kelangsungan hidup mereka selama ini.
“Nelayan dan masyarakat pesisir seringkali dilupakan, waktunya suara mereka mereka diperhatikan demi terwujudnya Indonesia adil makmur,” pungkas pria yang dikenal atas dedikasinya dalam dunia pariwisata NTB tersebut.(cand)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *