Pemdes DSB Berikan Pelatihan Menjahit Pada Warganya

Share and Enjoy !

Brang Rea – Pemerintah Desa Sapugara Bree (DSB) pada hari ini telah melaksanakan kegiatan pelatihan menjahit, kegiatan ini bekerja sama dengan Lembaga Pelatihan dan  Keterampilan Ad-da’wah.
Kegiatan pelatihan menjahit ini Ad-da’wah menjadi nara sumbernya serta sarana dan prasarana pelatihan menjahit mereka yang siapkan. Pelatihan menjahit ini di ikuti oleh 20 peserta yang berasal dari masing-masing dusun yang ada di Desa Sapugara Bree,” tuturnya. 
Kegiatan ini tentu semua akan menjadi kegiatan untuk menambah ilmu untuk peserta, sehingga apa yang di dapatkan hari ini bermanfaat bagi mereka dalam meningkatkan ekonomi keluarganya,” jelasnya.
Pemerintah Desa DSB komit akan melakukan Pemberdayaan Masyarakat Desa Sapugara Bree (DSB), komitmen ini untuk mengembangkan sumber daya manusia melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat ini. 
Kegiatan dimaksud ini berupa pelatihan menjahit, tata boga dan kerajinan tangan.
Kepala Desa Sapugara Bree Andi Subandi saat di konfirmasi oleh media mengatakan bahwa kegiatan pemberdayaan masyarakat Desa ini dianggarkan melalui anggaran Dana Desa, sebagai komitmen pemerintah Desa dalam mengembangan sumber daya manusia dan tentu untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.
Pelatihan menjahit ini terutama bagi kaum ibu-Ibu rumah tangga. Pelatihan menjahit dilaksanakan selama 10 hari sedangkan untuk pelatihan kerajinan di laksanakan selama 5 hari.
” hajatnya ini sebagai bagian dari tanggung jawab pemerintah dalam memberikan kecakapan hidup (life skill) bagi masyarakat Desa Sapugara Bree khususnya bagi ibu-ibu rumah tangga yang nota bene hanya menjadi penjaga rumah saja,” ujarnya. 
Pelatihan ini ingin merubah minset bahwa ibu rumah tangga juga akan mampu menopang perekonomian keluarga, makanya ini yang menjadi semangat kami Pemdes memberikan pelatihan pemberdayaan ini” tungkas Andi.
Persoalan pemberdayaan itu lanjutnya bukan saja hanya diberikan pemahaman dan pengetahuan saja akan tetapi harus ada keberlanjutan untuk terus mengembangkan keterampilannya sehingga tidak terkesan hanya memberikan ilmu saja tapi kita tidak fasilitasi sarana dan prasarananya serta pengembangannya. Ini yang terjadi selama ini.
“Kami Pemdes DSB berkomitmen untuk memberikan wadah yang baik sehingga tidak ada kesan bahwa hanya di latih saja tapi tidak ada keberlanjutan. Ini yang kami usahakan agar mereka bisa menjadi pengusaha jahit yang profesional,” tutupnya.
(Ibrahim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *