Bupati KSB Lantik 18 Kades Terpilih, Satu Di Antarannya Perempuan

Share and Enjoy !

Pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan dipimpin langsung oleh Bupati Sumbawa Barat, H. W Musyafirin, di aula Setda KSB, pada Kamis,(20/12). 
Taliwang – Ada sebanyak 18 Kepala Desa (Kades) terpilih hasil pemilihan Kepala Desa serentak gelombang kedua di Kabupaten Sumbawa Barat tahun 2018, pada hari ini disumpah dan dilantik.
Pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan dipimpin langsung oleh Bupati Sumbawa Barat, H. W Musyafirin, di aula Setda KSB, pada Kamis,(20/12/2018). 
Pelantikan 18 Kepala Desa yang satu diantaranya seorang perempuan, kegiatan ini dihadiri juga oleh Wakil Bupati Fud Syaifuddin, S.T, Ketua TP PKK KSB, Hj. Hanipa Musyafirin, S.Pt, anggota Forkopimda KSB, Sekda KSB, Kepala OPD Pemerintah KSB, tokoh agama dan tokoh masyarakat dari 18 desa 
yang Kepala Desa disumpah dan dilantik.
Pengambilan sumpah 18 Kades yang diambil sumpah jabatan ini, dilantik Bupati untuk masa jabatan 2018-2024, yakni berasal dari Kecamatan Poto Tano, Kades Tebo dijabat oleh Abdul Wahab, Kades Tua Nanga dijabat Hamza, Kades Tambak Sari dijabat Suhardi, Kades Kokarlian dijabat Anasrullah. 
Sementara untuk Kecamatan Seteluk, Kades Lamusung dijabat Surya Ratna yang merupakan satu-satunya srikandi dari 18 Kades yang diambil sumpah jabatannya dan dilantik, Kades Seran dipangku oleh Ramli Ade Putra, Kades Loka dijabat Indermawan. 
Lanjut ke Kecamatan Taliwang, ada Kades Sermong yang dijabat Rosidi. Kecamatan Brang Ene, Kades Mura dijabat Sirojul Munir, Kades Mataiyang 
diduduki Khaerul.
Kecamatan Brang Rea, Desa Tepas Sepakat dijabat oleh Khaeruddin, Kades Lamuntet dijabat Syafruddin, Kades Moteng dijabat Ahyar Rosidi, Kades Seminar Salit dijabat Khaeruddin, Kades Rarak Ronges dijabat Arifin, Kecamatan Maluk, Kades Benete dijabat oleh 
Sirajudin.
Dan Terakhir Kecamatan Sekongkang, Kades Kemuning dijabat oleh Erman Maulana dan Kades Sekongkang Bawah dipangku Sudirman.
Setelah diambil sumpah jabatan dan dilantik, para Kepala Desa mengikrarkan pakta integritas yakni pertama, tidak akan melakukan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme, pungutan liar dan 
perbuatan tercela lainnya. 
Kedua mereka mengatakan akan melaksanakan tugas secara sungguh-sungguh, melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap staf guna mewujudkan aparatur yang profesional.
Ketiga mereka menjelaskan akan melayani masyarakat secara profesional, akuntabel, meningkatkan kreatifitas dan inovasi untuk mencapai kinerja unggul. Kempat jika melanggar tiga hal di atas, maka siap dituntut dan 
diproses sesuai Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku.
Dalam sambutannya Bupati mengajak Kades untuk merubah tiga hal penting yakni merubah pola hubungan vertikal menjadi hubungan horizontal, yakni menganggap semuanya adalah rekan bukan bawahan yang bisa diperintah karena yang memiliki perintah sejatinya 
adalah Allah SWT. 
Ia juga mengatakan pada Kepala Desa agar merubah perilaku eksklusif menjadi inklusif, yakni upaya bergaul dan merangkul dengan seluruh pihak dan masyarakat. 
Dia berharap agar Kepala Desa terpilih agar meninggalkan sikap individualistis menjadi sikap sosial, mengembangkan sikap simpati, empati, peduli dan selalu 
bersama masyarakat.
” Itu merupakan poin atau modal menjalankan amanah yang dipercayakan kepada Kades, selangkah kita mendekat ke rakyat, maka seribu langkah rakyat akan dekat dengan kita,” jelas Bupati.
Bupati juga mengimbau Kades yang dilantik untuk mengenal program unggulan KSB yakni Program Daerah Pemberdayaan Gotong Royong (PDPGR). 
Yang di mana dalamnya, Kades 
menjadi bagian dari program tersebut. Kemudian ada Agen Gotong Royong, Babinsa, Bhabinkamtibmas sebagai garda terdepan gotong royong. 
Karenanya, Kades diminta untuk 
memanfaatkan elemen tersebut. ‘’Jika ada Agen Gotong Royong yang malas tegur saja, tapi kalau ada yang rajin tetapi berseberangan dalam Pilkades lalu, maka rangkul dia,” tutup
Bupati. 
(Ibrahim/Hms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *