10 Desa di Lombok Utara Darurat Stunting

Share and Enjoy !

LOMBOK UTARA,LINTASNTB. Stunting atau kerdil adalah kondisi gangguan tumbuh pada anak balita diakibatkan dari kekurangan gizi kronis sehingga anak lebih rendah untuk usianya ( kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal kehidupan setelah lahir, tetapi baru nampak setelah anak berusia 2 tahun. Stunting menjadi masalah nasional bukan saja masalah daerah saja sehingga beberapa waktu yang lalu Wapres yusuf kalla datang ke pulau Lombok.
Dari 10 kabupaten / Kota yang ada di NTB ini, kabupaten Lombok Utara menjadi salah satu kabupaten yang angka stuntingnya sangat tinggi. Dimana ada 10 desa di Lombok Utara penyumbang stunting yang sangat tinggi dan tergolong masuk kategori parah. Seperti yang disampaikan dalam sebuah acara workshop koordinasi dan rembuk stunting kabupaten Lombok utara program generasi sehat dan cerdas tahun 2018 yang tertajuk “ konvergensi pencegahan stunting dalam upaya mewujudkan generasi sehat, cerdas dan produktif “ yang dilaksanakan di lesehan sasak narmada jenggala desa tanjung kec. Tanjung Lombok utara, rabu 26 desember 2018. Kegiatan tersebut di buka langsung oleh H. Suardi, SKM Sekdis Dinas Kesehatan Lombok Utara yang didampingi Datu Madiawadi, S.KM Kabid. Bidang Kesehatan. Yang menjadi peserta dalam acara tersebut seluruh perwakilan dari maisng – masing SKPD serta para penyuluh kesehatan dan dari puskesmas se –KLU. Yang menjadi narasumber kegiatan tersebut Datu Madiawati, SKM dari dinas kesehatan Kabupaten Lombok Utara.
H. Suardi, S.KM ketika memberikan sambutan pada acara tersebut menyampaikan bahwa pemerintah daerah sangat memberikan perhatian besar terhadap permasalahan stunting ini. Dimana penurunan angka stunting terus dilakukan dari 40% menjadi 37% dalam waktu yang sangat singkat.
Seperti yang disampaikan Datu Madiawadi, S.KM selaku narasumber kegiatan tersebut mengungkapkan bahwa 10 desa di Lombok utara dalam masuk dalam penyumbang stunting paling besar.
“ Berdasarkan riset kesehatan nasional tahun 2018 yang dilaksanakan pada bulan September dan nopember 2018 ada 10 desa di Lombok Utara yang dikategorikan mengalami stunting yang parah yaitu untuk kecamatan tanjung ada 3 desa yaitu desa tanjung, desa sesait dan desa sigar penjalin, untuk kecamatan gangga dan kecamatan pemenang  ada satu desa yaitu desa rempek dan pemenang timur sedangkan kecamatan kayangan ada 3 desa yaitu desa kayangan, desa sesait dan desa dangiang sementara untuk kecamatan bayan ada 3 desa yaitu desa sukadana, desa mumbul sari dan desa karang baju “ kata Datu.
Namun datu tidak bisa menyebutkan angka stunting secara rinci terkait jumlah angka stunting di masing  masing desa tersebut dengan alasan semua data ada di masing – masing puskesmas kecamatan. Lebih jauh Datu mengungkapkan bahwa walaupun Lombok utara masuk dalam kondisi stunting yang sangat parah, Bupati Lombok Utara justru mendapatkan penghargaan nasional terkait penurunan angka stunting yang lebih banyak jika dibandingkan dengan kabupaten / kota di NTB, dimana penurunan angka tersebut,  angka stunting di Lombok utara  yang semula berada di angka  40% dalam jangka waktu singkat turun menjadi 37%.
Seperti apa yang disampaikan Datu bahwa untuk mengetahui stunting pada bayi baru lahir dapat dilakukan dengan mengukur badan bayi yang baru lahir salah satu contoh apabila bayi lahir dengan panjang badan kurang dari 40 cm, maka bayi tersebut sudah masuh dan di golongkan sebagai stunting. Untuk mempercepat penurunan angka stunting di 10 desa di Lombok utara, pemerintah telah mengucurkan dana guna mempercepat mengatasi masalah stunting, namun tidak dijelaskan berapa besar dana yang akan di kucurkan untuk menangani masalah stunting tersebut. ( msj )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *