Lombok Barat, Pergantian Tahun Tanpa Huru Hara

Share and Enjoy !

LOMBOK BARAT,LINTASNTB. Menjelang pergantian tahun 2018, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) mengeluarkan surat edaran yang meminta semua pihak tidak merayakan malam pergantian tahun dengan hura-hura.
Selain itu dihimbau juga agar menyelenggarakan pergantian tahun dengan kegiatan keagamaan. Tidak ingin sekedar menghimbau, Pemkab Lobar secara serentak mengadakan kegiatan keagamaan bertemakan refleksi dan muhasabah akhir tahun 2018.
Muhasabah atau secara sederhana dapat diartikan sebagai introspeksi diri ini dimulai Pemkab Lobar pada Jum’at (28/12) kemarin. Sore harinya, kegiatan serupa diikuti pihak kecamatan di antaranya Kecamatan Gerung yang dilaksanakan di Masjid Nurul Islam Panarukan, Kecamatan Batulayar di Masjid Telage Batulayar dan Kecamatan Kediri di Masjid Nurul Ijabah Ombe Baru. Pagi tadi (29/12) beberapa kecamatan menggelar kegiatan serupa. Kecamatan Labuapi mulai menggelar muhasabah sejak pulul 09.00 Wita di Masjid Asasul Hikmah Jereneng, sedangkan Kecamatan Narmada dam Kecamatan Gunungsari menggelar muhasabah di kantor kecamatan masing-masing.
Kegiatan muhasabah yang digelar di masing-masing kecamatan ini dihadiri oleh Kepala SKPD Pemkab Lobar, ASN lingkup kecamatan, pihak kepolisian dan TNI, kepala sekolah, dan masyarakat umum. Kegiatan juga diisi dengan ceramah oleh para tuan guru.
Mewakili bupati, Kepala Bapeda Lobar H. M. Baihaqi yang hadir dalam kegiatan di Gerung memaparkan pentingnya bermuhasabah. Baihaqi mengingatkan agar dalam menjalani hari-hari di kehidupan, manusia perlu banyak ‘melihat’ dalam arti luas.
“Pertama, melihat ke atas, yakni melihat keberhasilan orang lain. Ini bermanfaat bagi kita untuk memperoleh semangat agar menjadi maju. Kedua, melihat ke bawahyan artinya bahwa masih banyak orang yang hidupnya tidak seberuntung kita. Ini nantinya akan membuat kita tambah bersyukur atas nikmat yang kita dapat. Ketiga, melihat ke samping  memiliki makna semangat kebersamaan atau kepedulian kepada sesama. Keempat, melihat ke belakang yakni melihat pengalaman masa lalu, sehingga kita bisa memetik pelajaran darinya. Kelima, melihat ke dalam untuk introspeksi diri, dan keenam adalah melihat ke depan untuk menjadi lebih baik,” jelas Baihaqi.
Himbauan yang dikeluarkan Pemkab Lobar mendapat dukungan penuh dari masyarakat. Camat Gerung, Mulyadi mewakili warganya dengan tegas siap mendukung himbauan tersebut.
“Gerung sebagai ibu kota kabupaten harus tetap aman serta kondusif pada pergantian tahun dengan tidak menyalakan kembang api. Pada malam pergantian tahun nanti kita akan melangsukan acara pengajian dan tahlilan dengan mengundang masyarkat yang Insya Allah akan dilaksanakan di Kantor Desa Kebon Ayu,” katanya usai menggelar muhasabah.
Hal senada dikatakan Camat Narmada, Saefudin Farid. Baginya, momen pergantian tahun hendaknya bias dijadikan sebagai momen untuk melakukan muhasabah, baik muhasabah individual maupun kolektif atas apa saja kebaikan dan kekhilafan yang telah dilakukan pada waktu yang lalu.
“Dengan gemar dan rutin melakukan muhasabah maka akan memberi manfaat yang besar bagi kita. Dengan demikian roda pembangunan di daerah tercinta ini bisa terus berjalan dengan baik,” ujarnya. 
        
Dengan adanya musibah yang menimpa Lombok sejak akhir Juli lalu, Saefudin berharap agar persatuan, kesatuan, kebersamaan, kasih sayang dan jiwa gotong royong tersebut terus dipupuk. 
“Semangat untuk peduli kepada sesama harus terus kita tingkatkan, tidak hanya di saat bencana, namun juga di saat bahagia. Insya Allah dengan berbekal semua itu, Allah akan menurunkanya rahmat-Nya kepada kita,” pungkasnya.(rls/cand)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *