KAPMSR Menilai PT. AMNT Menganaktirikan Mahasiswa Lokal

Share and Enjoy !

Yogyakarta – Komite aksi pemuda mahasiswa samawa raya (KAPMSR) merupakan gabungan organisasi mahasiswa sumbawa Kabupaten Sumbawa Barat dan Kabupaten Sumbawa Besar yang dimana pada hari kemarin, pada (2-1-2019)
Mahasiswa tersebut mendeklarasikan diri dengan melakukan aksi long march dijalan Malioboro dan orasi dititik 0 KM Yogyakarta, Dalam aksi ini mengangkat beberapa isu krusial yaitu infrastruktur jalan orong telu dan jembatan putus berang punik, pertanian, ilegal loging dan mafia bulog di Kabupaten Sumbawa.
Namun yang sedikit menarik Mahasiswa berasal dari Kabupaten Sumbawa Barat mengangkat isu mengenai kebijakan penyaluran CSR PT.AMNT di bidang pendidikan, karena setelah peralihan kepemilikan saham dari PT. Newmont Nusa Tenggara ke PT. Amman Mineral Nusa Tenggara, terdapat perubahan dalam pengalokasian dana Corporate Social Responsibility (CSR).  
Mereka mengatakan seperti yang disampaikan oleh Bambang Triharyono selaku Manager Pengembangan Masyarakat PT. AMNT, bahwa ada 3 program focus comdev dalam pengembanan dan pemberdayaan masyarakat tahun 2018 yaitu bidang agribisnis, pariwisata, dan industry UMKM. 
Di hubungi via seluler menurut Yudi Prayudi mengatakan 3 focus program comdev tersebut hanya sebagai donasi kepada masyarakat, belum dapat dimaknai sebagai upaya yang benar-benar serius untuk tujuan pengembangan dan pemberdayaan masyarakat. 
Kemudian dia juga belum melihat  adanya program manajemen PT. AMNT untuk bidang pendidikan. Seperti yang kita ketahui bahwa pengembangan dalam bidang pendidikan merupakan salah satu hal yang sangat penting ditengah kondisi daerah yang masih tertinggal. 
Karena sektor pendidikan merupakan sebuah investasi social yang sangat menentukan bagi percepatan pembangunan daerah,” terangnya. 
Tentunya kami sebagai mahasiswa tidak bisa hanya berdiam diri saja dan menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah ditengah kondisi yang seperti ini. 
Dia berharap dengan adanya perusahaan pertambangan AMNT ini, bisa menjadi salah satu alternative untuk meningkatkan sektor pendidikan, karena didalam hal ini kami menemukan beberapa kejanggalan.
‌Pihak AMNT telah mendukung program S2 luar negeri Gubernur padahal ini adalah program baru sedangkan beasiswa masyarakat Kabupaten Sumbawa dan KSB yang terdampak langsung dari adanya aktivitas pertambangan sedang dalam kajian.
Perusahaan sendiri sudah memiliki data terkait kebijakan CSR di bidang pendidikan, pihak Management mengclaim bahwa PKL dan Penelitian sudah termasuk dari program CSR,‌ Namun dia melihat ditempat lain kami  menemukan data penerima beasiswa tahun 2018-2019 PT. AMNT hanya 27 orang.
Maka dari itu mereka menjelaskan Komite Aksi Pemuda Mahasiswa Samawa Raya (KAPMSR) meminta kepada manajemen PT. AMNT untuk segera memindahkan emas yang ada dalam perut bumi Pariri Lema Bariri ke dalam otak masyarakat Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat melalui program-program unggulan di sektor pendidikan. 
Di hubungi via seluler H. Syafruddin Jarot Senior Manager Tanggung Jawab Sosial PT. AMNT atau program Community Development (Comdev) atau pengembangan masyarakat saat di hubungi media ini tidak merespon yang di tanyakan terkait transfaransi program beasiswa Mahasiswa Sumbawa Barat dan beasiswa mahasiswa Sumbawa Besar.
(Ibrahim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *