Pemuda Ganguan Jiwa Di Temukan Gantung Diri..

Share and Enjoy !

Senteluk – Satuan Reskrim dan Polsek Seteluk pada Jum,at (4-1-2019) sekitar pukul 12.50 Wita telah ditemukan korban bunuh diri dengan cara gantung diri.
Waktu kejadian ditemukan korban gantung diri ini sekitar pukul 11.00 Wita, dengan tempat kejadian perkarannya dusun Sampir RT 010 RW 003 Desa Rempe Kecamatan Seteluk Kabupaten Sumbawa Barat.
Korban yang bunuh diri dengan inisial AT (32), pekerjaan petani, alamat dusun Sampir RT 010 RW 003 Desa Rempe Kecamatan Seteluk,” jelas Kapolres Sumbawa Barat AKBP MUSTOFA, S.IK., MH melalui Kasat Reskrim AKP MUHAEMIN, SH., S.IK.
Dia juga menjelaskan saksi dalam kasus bunuh diri dengan inisial MN (Ayah kandung korban) umur 51, pekerjaan petani pekebun, alamat dusun Sampir Desa Rempe Kecamatan Seteluk.
Kronologis kejadian pada hari Jum,at 04 Desember 2019 pukul 11.00 Wita tepatnya dirumah Korban di Dusun Sampir RT 010 RW 003 Desa Rempe Kecamatan Seteluk, ayah kandung korban MN pergi ke rumah korban dengan tujuan ingin mengajak korban makan, pada saat itu kondisi rumah korban dalam keadaan pintu depan terbuka.
Dia juga menambahkan pada saat ayah kandung korban masuk ke dalam ternyata ayah kandung korban melihat anaknya sudah dalam posisi menggantung dengan tali nilon dilehernya yang diikat pada ruang keluarga.
Korban mengikatkan tali pada balok tarik ruang keluarga, melihat kejadian tersebut ayah korban langsung naik diatas meja berusaha mengangkat anaknya sambil berteriak minta tolong, kemudian warga banyak yang datang dan langsung membantu memotong tali gantungan dan menurunkan korban.
” Selanjutnya korban dibawa kerumah orang tuanya dan korban langsung dibawa ke Puskesmas Seteluk, setelah sampai puskesmas korban dinyatakan meninggal dunia, setelah itu korban dibawa pulang kembali ke rumahnya,”tuturnya. 
Hasil interogasi awal orang tua korban dan warga sekitar korban, mengatakan memang korban ada riwayat gangguan jiwa (Stres) semenjak 1 bulan yang lalu.
” Keluarga ikhlas menerima kejadian tersebut dan menolak untuk dilakukan Otopsi,” tutupnya.
(Ibrahim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *