PT. AMNT Sedang Mengkaji Keseluruhan Program CSR

Share and Enjoy !

Maluk – Mahasiswa KSB di Yogyakarta melakukan aksi protes terhadap program CSR PTAMNT khususnya program beasiswa yang selama ini diberikan kepada putra-putri NTB.
Yudi Prayudi mengatakan 3 focus program comdev pengembangan pariwisata, agribisnis dan indusri UMK tersebut hanya sebagai donasi kepada masyarakat, belum dapat dimaknai sebagai upaya yang benar-benar serius untuk tujuan pengembangan dan pemberdayaan masyarakat.
Dia mengatakan belum melihat adanya program manajemen PT. AMNT untuk bidang pendidikan. Seperti yang kita ketahui bahwa pengembangan dalam bidang pendidikan merupakan salah satu hal yang sangat penting ditengah kondisi daerah yang masih tertinggal.
Karena sektor pendidikan merupakan sebuah investasi social yang sangat menentukan bagi percepatan pembangunan daerah,” terangnya.
β€ŒDia menuturkan AMNT telah mendukung program S2 luar negeri Gubernur padahal ini adalah program baru sedangkan beasiswa masyarakat Kabupaten Sumbawa dan KSB yang terdampak langsung dari adanya aktivitas pertambangan sedang dalam kajian,” tuturnya.
Anita Avianty sebagai Head of Corporate Communications PT. AMNT mengatakan bahwa pada saat ini pihaknya sedang melakukan pengkajian untuk seluruh program Corporate Social Responsibility termasuk program  beasiswa.
Namun untuk program beasiswa yang sudah berjalan dari tahun sebelumnya, seperti beasiswa Emas masih kami lanjutkan,” tuturnya. 
 
Sementara itu informasi terkait program CSR perusahaan yang kami peroleh dari rilis mengatakan bahwa PT Amman Mineral Nusa Tenggara (Amman Mineral) sejak dua tahun telah memperkenalkan pola pendekatan program Tanggung Jawab Sosial (CSR) dari filantropi yang hanya berfokus pada donasi dan voluntir menjadi program penciptaan manfaat bersama atau creating shared value (CSV). 
Inovasi ini bertujuan untuk membantu membangun ekonomi lokal menuju masyarakat yang memiliki kemandirian ekonomi secara berkelanjutan. Program dilaksanakan melalui berbagai kegiatan pengembangan kewirausahaan berbasis potensi lokal dan pemberdayaan masyarakat. 
 
Dalam waktu dua tahun implementasinya, Program Pengembangan Masyarakat (PPM) Amman Mineral telah mengembangkan 15 jenis komoditas usaha mulai dari agribisnis seperti peternakan ayam petelur, budidaya lebah trigona, ikan lele, udang vanamei dan rumput laut sampai dengan pemberdayaan Usaha Mikro dan Kecil (UMK) seperti gula aren, mie jagung, minyak lala hingga revitalisasi Pantai Jelenga sebagai kawasan destinasi wisata. 
Untuk pemenuhan kebutuhan modal usaha kecil, juga telah dikembangkan lembaga keuangan non- bank dalam bentuk Koperasi. Hingga saat ini PPM Amman Mineral telah diimplementasikan di 20 Desa dan melibatkan 22 Kelompok Usaha Bersama (KUB) dengan total penerima manfaat kurang lebih  304 Kepala Keluarga (KK) di wilayah Tambang Batu Hijau dan sekitarnya.
 
Sementara itu, untuk  pengembangan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (capacity building) masyarakat sekitar tambang, PT. AMNT juga bermitra dengan BLK KSB, BBPLK Bandung dan Bekasi dan provider training regional untuk melakukan berbagai program pelatihan seperti pelatihan mengemudi, pengelasan, pelatihan sebagai penjaga keamanan (security) dan juga pelatihan dibidang Informasi Tehnologi (IT).  Jumlah masyarakat yang terlibat  dalam  kegiatan pelatihan ini sebanyak 49 orang.
(Ibrahim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *