174 Pengawas dan Fungsional Dimutasi

Share and Enjoy !

SUMBAWA,LINTASNTB. Sebanyak 174 Pejabat Pengawas dan Pejabat Fungsional Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat diroling, pada Jum’at siang (11/01).
Pelantikan dan pengambilan sumpah 174 pejabat Pengawas dan Pejabat Fungsional dipimpin langsung Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W Musyafirin, M.M di Aula Gedung Graha Praja Setda KSB. Hadir juga Wakil Bupati, Fud Syaifuddin, S.T, Sekda KSB, Kapolres Sumbawa Barat, Dandim 1628 Sumbawa Barat, Ketua TP-PKK KSB, Ketua GOW KSB, Ketua Dharma Wanita Persatuan KSB dan Kepala OPD Pemerintah KSB.
Bupati dalam sambutannya mengatakan setelah melantik dan mengambil sumpah para pejabat, mutasi ini merupakan mutasi susulan setelah sebelumnya dilaksanakan akhir tahun 2018. Dimana, saat itu yang dimutasi adalah Pejabat Tinggi Pratama dan Administratur. Mutasi dilaksanakan semata-mata untuk memformulasikan dan mengakselerasi mesin birokrasi.
Diungkapkan Bupati ada 70 persen lebih pejabat yang dilantik hari ini merupakan pejabat yang diusulkan oleh OPD. Baperjakat pun melaksanakan usulan OPD tersebut. Berbeda dengan mutasi-mutasi yang lalu. Usulan OPD banyak yang tidak dilaksanakan Baperjakat karena rata-rata memperebutkan orang. Dari 174 orang ini, 30 orang merupakan tidak diminta oleh OPD. Akan tetapi diberikan jabatan karena sudah memenuhi syarat menduduki jabatan. Sementara dua orang lainnya dibebaskan dari jabatannya.
Bupati menekankan, Pemerintahan ada karena ada masyarakat. Jabatan ada karena ada yang harus dilayani. Pelayanan publik memiliki badan yang menilainya yakni Ombudsman. ASN digaji dengan uang  rakyat untuk  memberikan pelayanan terbaik kepada  rakyat. Para pejabat yang penting adalah mempelajari tupoksi dengan baik. Sebab itu pedoman untuk bekerja. 
Bapak-bapak dan ibu-ibu semua merupakan ujung tombak OPD. Dia berharap agar pejabat yang dimutasi berkreasi, berinovasi bagaimana tupoksi dijalankan seefektif dan setepat mungkin,” kata Bupati.
Bupati juga mengingatkan, tahun 2019 adalah tahun politik. Jangan sampai melakukan perbuatan tercela, diantaranya terlibat politik praktis. Jangan sampai karir saudara-saudara berakhir di penjara karena terlibat politik praktis. Kedua, jaga rumah tangga dengan baik. Terutama yang muda atau generasi milenial. Kecanggihan teknologi bisa merusak keharmonisan keluarga. 
Kemampuan menerima dan mengelola teknologi informasi harus diarahkan ke hal yang baik untuk pengembangan diri. 
‘’Saya percaya dengan kerja bersama ikhlas, jujur dan sungguh-sungguh, apa yang menjadi tujuan kita dan tujuan organisasi dapat terlaksana dengan baik,” tutup Bupati. (ibra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *