Angka DBD Di KSB Cenderung Menurun

Share and Enjoy !

Taliwang – Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat telah mendata Demam berdarah dengue (DBD) yaitu penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk. 
Demam berdarah ringan menyebabkan demam tinggi, ruam, nyeri otot dan sendi. Demam berdarah yang parah, atau juga dikenal sebagai dengue hemorrhagic fever dapat menyebabkan perdarahan serius, penurunan tekanan darah yang tiba-tiba (shock), dan kematian.
Dikes telah melakukan langkah antisipasi terhadap DBD dan Malaria. Data itu pada Tahun 2015 penyakit DBD dan Malaria sebanyak 112, Tahun 2016 penyakit ini menyampai 74 kasus, sementara Tahun 2017 turun 51 kasus dan Tahun 2018 turun drastis mencapai 14 kasus.
Pihaknya telah memberikan tugas kepada puskesmas mengecek secara keseluhan dan sampai hari ini belum ada lonjakan.
Situasinya secara keseluruhan sudah  kondusif, aman dan Tahun 2019 ini baru ada satu kasus demam berdarah,” jelas H. Tuwuh 
Pihak Dikes sebutnya, memiliki langkah yaitu dibanding tahun sebelumnya trennya menurun untuk tahun ini. 
” Saat ini pelayanan Kesehatan lebih baik dari sebelumnya dan di dukung pola hidup sehat dari masyarakat,” tuturnya. 
Dia juga berharap agar semua warga menjaga pola hidup sehat. Ini harus terus disuarakan dan cederung saat ini penyakit tidak menular yang meningkat.
Termasuk Hipertensi dan kencing masnis atau diabetes, ini terjadi karna pola hidup cendrung meningkat. 
Dia mengatakan kalau yang terjangkit hanya satu orang maka penanganannya dengan cara PSN, kalau lebih dari satu baru di lakukan Foging untuk penyakit DBD.
(Ibrahim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *