Istri Gubernur NTB Dengarkan Aspirasi Pedagang Padar Seketeng

Share and Enjoy !

Istri Gubernur NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah SE, M. Sc mendengarkan aspirasi para pedagang di Pasar Seketeng 
Mataram – Istri Gubernur NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah SE, M. Sc mendengarkan aspirasi para pedagang di Pasar Seketeng (9/2).
Para pedagang yang sudah menanti akhirnya difasilitasi untuk bertemu dan menyampaikan aspirasi langsung kepada Istri Gubernur tersebut. Dalam penyampaiannya, pedagang ingin Pemerintah membantu meringankan beban para pedagang dalam hal pelunasan pinjaman di Bank-Bank Sumbawa yang mana jangka waktu yang diberikan selama 6 bulan diperpanjang menjadi 1 tahun. ” kami minta kepada Ibu Gubernur untuk membantu kami menanggulangi jangka waktu peminjaman menjadi 1 tahun.  Kami juga butuh bantuan dan perhatian pemerintah, 90 persen  barang – barang dagangan kami ludes semua” ujar salah seorang perwakilan Pedagang.
” Kami disini kebanyakan adalah pedagang elektronik, konveksi dan sepatu, semua ludes. harapan kami mudah-mudahan permintaan-permintaan kami dapat direalisasikan oleh Pemerintah. ” lanjut pedagang lainnya.
Menanggapi hal Tersebut, hj. Niken turut menyampaikan rasa dukanya dan juga memotivasi para pedagang untuk mampu bangkit dari bencana.” Kami juga merasa turut prihatin dan  berduka cita atas kebakaran yang telah terjadi disini. Mudah-mudahan Allah berikan kesabaran, kekuatan, dan tetap semangat untuk bangkit dari musibah ini. Bersama-sama kita bisa melewati ini semua” ucap Niken.
Niken juga menyampaikan rencana pemerintah kedepannya terhadap pasar Seketeng yang hancur terbakar beberapa waktu lalu tersebut “Mungkin semua sudah paham, pemerintah  mungkin akan merelokasi sementara dan membangun pasar yang lebih bagus lagi, kita doakan sama-sama” jelas Niken.
Senada dengan Istri Gubernur, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, dra. Putu selly andayani, M. Si menyampaikan bahwa akan ada pertemuan dengan Pihak Bank untuk bernegosiasi, menunda sementara terutama pembayaran atas bunga Bank. “Kami akan bicarakan bersama-sama Bappenda, Koperindag, Dispenda dan Pihak Bank. Ini semua perlu negosiasi dan waktu. Kita semua harus sabar” jelas Sally
Sally juga coba memberikan pengertian kepada pedagang yang belum mau direlokasi agar mau dipindahkan untuk sementara waktu karena jika tidak pindah, akan menghambat pembangunan dan revitalisasi pasar yang baru.” Kalau ibu – ibu belum mau pindah, petugas tidak bisa membangun kembali pasar ini” terang Sally
Kadis perdagangan yang juga pernah menjabat sebagai Pj. Walikota Mataram ini juga menjelaskan rencana pembangunan pasar Seketeng ini kedepan. “Pasar disini akan dibuat dua lantai, akan disiapkan 4.500 loss untuk para pedagang. Sedangkan Pedagang disini berjumlah 2670, artinya akan ada pedagang-pedagang baru. Pedagang lama akan tetap terdaftar disini” terang Sally
“Jangan ada provokasi yang negatif, ibu kepala pasar mohon dibimbing bapak dan ibu dipasar seketeng, biar tidak seperti pertemuan terakhir yang tidak menghasilkan titik temu” tandas Sally
Pasar Seketeng sendiri seperti diketahui pada hari rabu (24/1/19) lalu terbakar sejak Pukul 15.00 WITA terbakar hingga malam hari. Tidak ada korban jiwa dalam Peristiwa tersebut. Namun akibat kebakaran tersebut banyak pengusaha pakaian dan kebutuhan logistik merugi. Kerugian akibat kebakaran sendiri ditaksir mencapai 1.2 Miliar rupiah


(Can)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *