Peringati Tiga Tahun Kepemimpinan, Bupati Sampaikan Capaiannya

Share and Enjoy !

Sumbawa Barat – Pada minggu malam (17/02/2019) di Lapangan Graha Fitrah, KTC, Pemerintah KSB memperingati tiga tahun kepemimpinan Bupati Dr. Ir. H. W Musyafirin, M.M dan Wakil Bupati Fud Syaifuddin, S.T. dalam kegiatan ini, Bupati dan Wakil Bupati me-launching program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). 
Bupati dalam sambutannya menekankan bahwa program STBM sederhana, namun sangat penting dan sangat membutuhkan peran serta masyarakat untuk mensukseskannya.
Ada lima pilar dari STBM, pilar pertama adalah Open Defecation Free/ODF atau bebas buang air besar sembarangan. Kedua, mencuci tangan dengan sabun. Ketiga,  pengelolaan sampah, keempat, pengelolaan limbah cair rumah tangga dan pilar kelima adalah pengelolaan air minum-makan rumah tangga. 
Untuk pilar pertama, KSB sudah menjadi kabupaten ODF bersama 12 Kabupaten/Kota lainnya di Indonesia dan satu-satunya di NTB. Tugas Pemerintah dan masyarakat saat ini adalah mewujudkan empat pilar STBM lainnya untuk mewujudkan KSB menjadi Kabupaten sehat.
Selain me-launching Program STBM, Bupati dan Wakil Bupati juga menyerahkan bonus kepada 189 atlet. Bonus diberikan kepada atlet yang berhasil meraih medali emas, perak dan perunggu pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB Tahun 2018. Bupati dan Wakil Bupati yang berhasil meraih medali perunggu, dan putra Bupati, Gayu Baruwa yang berhasil meraih medali perak dan perunggu pada cabang olahraga panahan turut mendapat bonus. Atlet peraih medali emas mendapatkan bonus senilai Rp. 10.600.000,-. Peraih Perak senilai Rp. 7.420.000,- dan peraih medali Perunggu senilai Rp. 4.240.000,-.
Dalam pidatonya, Bupati mengungkapkan sejumlah keberhasilan yang dicapai dalam masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati. Salah satu yang membanggakan adalah, penurunan angka kemiskinan untuk tahun 2017 yang mendekati dua digit yakni 1,79 persen. Penurunan ini tertinggi di Indonesia dan jika dibandingkan dengan Kabupaten/Kota dengan tingkat kemiskinan di bawah 15 persen, hanya Kabupaten Sumbawa Barat yang bisa. Penurunan kemiskinan terjadi berkat intervensi Program Daerah Pemberdayaan Gotong Royong mulai dari Kartu Pariri Lansia, Disabilitas dan Pariri Sehat, kemudian Bariri Tani, Ternak, Nelayan dan Bariri UMKM. Termasuk juga program yang langsung digulirkan Pemerintah Pusat.
Bupati dan Wakil Bupati akan terus melanjutkan pondasi pembangunan yang telah diletakkan pendahulunya yaitu Dr. KH. Zulkifli Muhadli, M.H. Dengan visi ‘’Terwujudnya Pemenuhan Hak-Hak Dasar Masyarakat Yang Berkeadilan Menuju KSB Sejahtera Berlandaskan Gotong-Royong,’’ Pemerintah akan terus bekerja untuk mewujudkannya. Dukungan dari DPRD, Instansi Vertikal, Dunia Usaha, ASN, Pemerintah Desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Agen Gotong Royong dan tentunya masyarakat sangat penting untuk bersama-sama membangun KSB. 
‘’Banyak yang kami capai bersama Wabup, namun tentu tetap ada kekurangannya. Terimakasih atas dukungan dan kerjasama semua pihak selama ini. Kepada mahasiswa, LSM, masyarakat agar menyampaikan aspirasi dengan tidak berdemo. Mari saling mengingatkan, ada Forum Yasinan sebagai wadahnya,” imbuh Bupati.
Dalam kesempatan yang sama Wakil Bupati, Fud Syaifuddin, S.T mengatakan, dirinya dan Bupati saling melengkapi dalam memimpin KSB, tentunya sesuai tugas dan fungsi sebagai Wakil Bupati. Kekompakan yang terjalin menghasilkan irama kerja yang baik. Sejumlah keberhasilan pun mampu dicapai. Tetapi, harus diakui masih ada persoalan yang belum terselesaikan. Untuk itu, bersama Bapak Bupati kedepannya akan terus bekerja maskimal.
Sementara itu, Sekretaris Daerah KSB, H. Abdul Azis, S.H., M.H dalam laporannya menyampaikan, peningkatan kinerja ASN akan terus dimaksimalkan untuk mendukung kebijakan dan program serta tingginya irama kerja Bupati dan Wakil Bupati. Menghadapi perkembangan teknologi dan informasi, dengan penerapan e-government, birokrasi Pemerintah KSB juga mempersiapkan SDM, sarana dan prasarananya untuk diterapkan di KSB. Sejumlah aplikasi berbasis elektronik pun sudah mulai digunakan, seperti e-hibah dan bansos, e-perencanaan dan penganggaran, e-perizinan, e-pengelolaan barang dan jasa dan aplikasi penyelenggaran pemerintahan elektronik lainnya.
(Ibrahim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *